Bahagianya Menjadi Ibu

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dulu sebelum aku menikah,pengennya kerja di kantoran,dapat duit dengan hasil kerja sendiri (wah keren).setelah lulus sekolah,Alhamdulillah aku kesampean tuh kerja di kantor. Mungkin karna keberuntungan juga kalinya,soalnya ada perusahaan keluarga.
Jadi aku langsung bisa kerja,wah senengnya saat itu..
Trus akhirnya akupun di ajakin nikah,tapi setelah aku menikah suamiku tidak memperbolehkan aku bekerja lagi, katanya sih.. ” tempat terbaik wanita itu adalah di rumah,karna wanita yang betah dirumah itu lah yang bisa menjaga diri” ( bengong dech aku di bilang begitu).dan beberapa bulan kemudian aku hamil dan melahirkan.MasyaAllah senangnya hatiku, Allah menitipkan 1 putra ( Muhammad Sabda Buana).

Nah disini nih aku mulai mengakui tugasku sebagai ibu, berat sih, dari mulai mengandung bayi dalam rahim,begadang untuk menyusui,blum yang laennya.blum lagi jika si anak ngak mau nurut,pusing deh.tapi engak apa semua kelelahan itu langsung hilang ketika malaikat kecilku yang sering mencium pipiku dan berkata ” aku sayang ummi”.semoga yah aku termasuk ibu yang bisa membesarkan anak,mendidik dan mengajarkannya untuk terus dalam kebaikan. Amiin 


Dan paling terpenting bagiku anakku tidak akan kurang perhatian dan kasih sayang dariku dan suamiku.” Love my child”
Setelah empat tahun kemudian aku di karuniai anak,seorang putri ( Kamila Eksha Marhamah)Alhamdulillah yah sepasang sudah..


Wah menjadi ibu benar benar sudah kudapatkan.dari anak pertama sampai anak kedua aku mulai paham tuh apa arti ibu.. yang tadinya aku hanya tau ibu hanya sekedar panggilan saja, tapi emang sih itu hanya panggilan,tapi panggilan dari hati untuk senantiasa mencintai anak anaknya apapun adanya mereka,atau panggilan jiwa untuk selalu ada di sisi anak disaat mereka membutuhkan.


Hari hariku diselimuti dengan kebahagian bersama anak anakku,tapi terkadang sangat melelahkan, apalagi mereka termasuk anak yang aktif,anakku yang pertama suka bertanya apa ajah yang membuat dia ingin tau. Wah kalau aku salah menjawab gawat deh.blom lagi si bontotku yang cantik, sekarang pinternya makin makin. 
Pokoknya senang selalu deh bersama mereka .

(Visited 60 times, 8 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

6 thoughts on “Bahagianya Menjadi Ibu

  • Pingback: Surprise :) – Jurnalisme Warga

  • 28/06/2019 pada 13:44
    Permalink

    Masya Allah… ga nyangka teh. Hebattt ih bs nulis. Isinya jg TOP bgt.. mewakili hati para ibu 🤗😘

    Balas
  • 28/06/2019 pada 15:11
    Permalink

    Wah bener sih setinggi tingginya pendidikan wanita baiknya mengurus rumah tangga. Ka lia ada bakat juga nih hehe

    Balas
  • 28/06/2019 pada 15:12
    Permalink

    Wah bener sih setinggi tingginya pendidikan wanita baiknya mengurus rumah tangga. Ka lia ada bakat juga nih hehe

    Balas
  • 11/08/2019 pada 16:37
    Permalink

    Wah..keren bahasanya mudah dimengerti dan berguna buat ibu2 muda biar jangan menganggap menjadi ibu rumah tangga itu ngak kreen

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *