Dihentikan Ketidaktahuan, Dilanjutkan Kesadaran

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Duaaarrrr..!!!!!

Suara itu terdengar menggelegar. Menandakan betapa hebatnya pertemuan dua tenaga dalam itu. Antara dirimu dan lawan tandingmu. Yang sebetulnya kawan seperguruan itu.

Kepalan tangannya mengarah ke kepala. Kamu meliuk sambil merunduk. Tak lupa tangan ikut mencucuk lawanmu punya tengkuk. Dia pun mundur ke belakang tanpa kikuk.

Sulit mendeteksi siapa yang akan kalah. Karena kalian berdua punya guru yang tak salah. Membagi ilmu kepada muridnya tak berat sebelah. Sehingga ilmu kalian tak jauh beda walau sepenggalah.

Ilmu lahir ilmu batin. Sampai ilmu cara kaya jauhkan miskin. Hanya beda nasib dan kekuatan hati yang yakin. Mana yang terpilih dan mana yang hati keruh masuk golongan dzolimin.

Dan itulah yang menyebabkan perkelahian kalian. Dan berhentinya pun tanpa sepengetahuan kalian punya kesadaran. Yang kalian tahu saat tempur pantat terasa ada yang menusuk kecil menekan. Tahu-tahu kesadaran hilang karena dua-dua kalian pingsan.

Saat sadar kalian heran. Kenapa baju terpasang besi yang tak buat senjata mempan. Dan tenaga dalam kalian seperti ikut tertahan. Kalian tak tahu, itu adalah guru kalian yang punya kerjaan.

Tenaga dalam tertahan tak membuat lawanmu hentikan nafsu. Setelah sadar penuh kembali ia menyerangmu dengan nafas memburu. Tapi anehnya belum sampai badan bertemu. Kedua tubuh kalian mental seolah ada tenaga gaib yang muncul malu-malu.

Karena berhadapan malah tubuh tertahan. Saat tenaga saling dorong dengan kuat, terasa ada tenaga membawa ke samping. Tahu-tahu badan kalian berbalik dan menempel. Yang menyatu adalah punggung dan punggung tak sekalipun bisa kalian pisahkan.

Kalian nggak tahu. Namanya kalian itu lagi di jaman batu. Baju yang tiba-tiba terpasang itu adalah besi magnet yang punya sifat menolak sekaligus menyatu. Yang dipasang gurumu saat kalian pingsan itu.

Gurumu mendapatkannya atas petunjuk seseorang. Yang tiba-tiba muncul di hadapannya saat malam menjelang. Yang muncul dengan mesin waktu dari jutaan tahun ke depan. Datang ke masamu lagi pelesiran.

Dan yang tiba-tiba menusuk pantat itu adalah anestesi. Alias obat bius di jaman masa depan. Yang ditembakkan dari jauh. Yang kalian saat ini tak tau dibuat dari apa.

Lanjut..

Karena punggung kalian menempel dan tak bisa dilepaskan. Dengan sendirinya kalian ngobrol walau nafsu masih tertahan. Dirimu sih kelihatan tenang dan gak kagetan. Yang sering kesal itu temanmu yang nafsunya gak mau dilawan.

“Kenapa kamu tiba-tiba menyerangku?” Tanyamu pada dia.

“Lu kayak gak tau aja, gue kesal masa kagak merasa?”

“Aku merasa, tapi takut salah sangka”

“Ah, basi. Lu kayak orang suci aja”

“Boleh dijelaskan gak, apa alasan sebenarnya?”

“Itu semua karena elu masih ada”

“Memangnya kalau aku nggak ada, apa pengaruhnya untukmu”?

“Kalau lu gak ada, gue bisa nikahi “Si Putri” anak guru kita”

“Walah, kan dulu sudah ku kasih tau, aku mengalah padamu, asal memang “Putri” juga menyukaimu”

“Itu dia masalahnya. Setiap gue mendekat, di mulutnya hanya terucap nama lu aja. Setiap gue nanya, yang jawabannya hanya nama lu. Gimana gak keki gue?. Makanya satu-satunya jalan. Gue harus matiin lu.”

“Kan guru kita sudah ngasih tau, Putri itu biarpun gak sesakti kita. Tapi punya ilmu yang gak diturunkan ke kita. Yaitu ilmu menghilang. Guru sempat bilang padaku, sewaktu-waktu dia melihat kita dalam keseharian. Tanpa kita sadari. Dan suatu waktu Putri pernah melihatmu, sedang merayu wanita lain. Dengan paksaan pula. Mana mau Putri sama kamu yang gak mau merubah sifat itu?”

“Sekarang begini aja. Kamu ubah sifat seperti itu. Harus tobat total. Nanti aku kenalin ke seseorang yang tidak kalah cantik dan baik dibanding Putri. Kalau Putri sudah terlanjut tahu tabiatmu.”

“Serius Bro? Kok lu gak sakit hati sih sama gue”

Tiba-tiba terdengar suara guru kalian:

“Itulah jiwa pilihan, yang tetap akan memenangkan segala pertempuran di masa depan. Antara kebaikan dan kejahatan. Yang selalu akan dimenangkan oleh kebaikan. Kebaikan dalam Kebenaran”

(Visited 38 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.