Kunci Jawaban [Lengkap] Buku Tema 7 Kelas 6 Subtema 1 Semester 2 Kepemimpinan

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pembelajaran 5: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Subtema1 Halaman 38 41 42 43

Beni dan teman-teman berlatih menyanyikan lagu “Butet”. Berikut adalah notasi lagu tersebut.

Ayo Mengamati

Perhatikan notasi lagu “Butet” berikut.

Kunci Jawaban Halaman 38

Ayo Menulis

1. Apa judul lagu tersebut?
Jawaban:
“Butet”.

2. Dari provinsi mana asal lagu tersebut?
Jawaban:
Dari Provinsi Sumatera Utara.

3. Apa nada dasar yang digunakan pada lagu tersebut?
Jawaban:
Nada dasar yang digunakan adalah Do=F.

4. Apa tanda tempo yang digunakan pada lagu tersebut?
Jawaban:
Tanda tempo yang digunakan adalah 4/4 Andante Cantabile.

5. Apa arti tanda tempo tersebut?
Jawaban :
Arti tanda tempo tersebut adalah tempo sedang.

Ayo Bernyanyi

1. Berlatihlah menyanyikan lagu “Butet”. Berlatihlah terus hingga kamu dapat bernyanyi dengan baik. Perhatikan pula pengucapan syair lagu agar jelas dan dipahami oleh pendengar. Kemudian, nyanyikan bersama teman-temanmu. Gunakan iringan menggunakan alat musik yang ada di sekitarmu.

2. Nyanyikan lagu “Butet” dengan nada dasar yang berbeda. Rasakan mana yang lebih nyaman bagimu untuk menyanyikannya.

Ayo Membaca

Kunci Jawaban Halaman 41

Kamu telah membaca bacaan “Tangga Nada Diatonis Mayor”.
1. Apa pengertian tangga nada mayor?
Jawaban:
Tangga nada diatonis mayor yang memiliki jarak nada (interval) 1 1 ½ 1 1 1 ½

2. Apa ciri-ciri lagu bertangga nada mayor?
Jawaban:
– Bersemangat
– Riang gembira
– Diawali dan diakhiri dengan nada do. Terkadang diawali nada sol (5) / mi (3) dan diakhiri nada do (1)

Kunci Jawaban Halaman 42

Ayo Berdiskusi

Amatilah gambar berikut!

Apa perbedaan ciri-ciri fisik laki-laki dan perempuan setelah masa pubertas?
Diskusikan bersama teman sekelompokmu, lalu bacakan hasilnya di depan kelompok-kelompok lain.

Jawaban:
Perbedaan ciri-ciri fisik laki-laki dan perempuan setelah masa pubertas:
– Suara perempuan melengking, sedang suara laki-laki membesar/berat.
– Perempuan pada leher tidak tumbuh jakun, sedang laki-laki tumbuh jakun pada leher.
– Dada pada perempuan membesar, sedang dada pada laki-laki melebar/membidang.
– Tidak tumbuhnya jambang, kumis dan janggut pada perempuan, sedang laki-laki tumbuh jambang, kumis dan janggut.
– Pinggul perempuan melebar/membesar, sedang pinggul laki-laki tetap.

Kunci Jawaban Halaman 43

Ayo Mencoba

Pada Pembelajaran 2 kamu telah membuat karya poster/buklet tentang cara menyikapi masa pubertas melalui ciri-cirinya. Sekarang, presentasikan hasil karyamu di depan teman-teman dan guru. Lakukan bergantian.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan saat menghadapi masa pubertas, diantaranya adalah:
– Selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
– Mencari informasi, bertanya, dan berdiskusi tentang pubertas dan pendidikan seks kepada orang yang mengerti
– Selalu berpikir positif dan melakukan perbuatan yang positif
– Banyak membaca buku pengetahuan
– Pilih teman/pergaulan yang baik
– Mengembangkan hobi dan bakat

Ayo Renungkan

Dari pembelajaran hari ini, kamu telah mendapat pengetahuan baru, melatih keterampilan, dan mengembangkan sikap-sikap baik. Adakah pengetahuan dan keterampilan yang dapat kamu berikan bagi perbaikan lingkungan sekitarmu? Apakah itu? Sikap baik apakah yang dapat menjadikan kehidupanmu dan lingkungan sekitarmu menjadi lebih baik?

Kerja Sama dengan Orang Tua

Bersama orang tua, siswa menyanyikan lagu “Butet”.

Pembelajaran 6: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Subtema 1 Halaman 46 47 49

Ayo Membaca

Komandan Damkar Meninggal saat Menyelamatkan Anak Buahnya

Petugas pemadam kebakaran (damkar) bertaruh nyawa saat memadamkan api. Tak sedikit dari mereka yang meninggal saat berusaha memadamkan api. Seorang petugas pemadam kebakaran bernama Pak Saiful mengenang komandannya yang meninggal saat memadamkan kebakaran di Blok M sekitar tahun 2005.

Komandannya yang bernama Pak Subandi tersebut, saat itu terjebak kobaran api dan tidak dapat keluar. Selang air yang dibawa Pak Subandi terputus.

“Pak Subandi sempat melemparkan topi keluar sebagai kode bahwa dia sedang dalam bahaya. Namun, tiba-tiba api meledak dan mengenai tubuhnya,” ungkap Pak Saiful.

Pak Saiful menceritakan bahwa Pak Subandi merupakan seorang pemimpin yang sangat peduli dengan anak buahnya. Meninggalnya Pak Subandi di lokasi kebakaran itu pun karena dia berusaha menyelamatkan tim pemadam yang sedang terjebak di dalam gedung yang sedang terbakar.

Petugas pemadam kebakaran yang telah rela berkorban tersebut saat itu menjabat sebagai Kepala Sektor Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. Pengorbanan Pak Subandi menjadi pelajaran dan motivasi untuk membangun semangat anak buahnya dalam menjalankan tugas.

Pak Suhada, seorang petugas pemadam kebakaran yang telah 30 tahun bertugas juga menceritakan pengalamannya. Banyak kejadian kritis yang sudah dia lewati selama menjalankan tugas.

“Kalau sudah di depan api, saya sering berpikir jangan-jangan hari ini saya mati. Tetapi alhamdulillah saya masih dikasih kesempatan hidup. Yang penting kita tulus menjalani tugas. Jangan banyak mengeluh,” kata Pak Suhada.

Pak Suhada menceritakan kalau kaki kirinya pernah melepuh terkena air panas saat memadamkan kebakaran di sebuah permukiman. Pak Suhada juga pernah terkena setrum dan runtuhan atap rumah.

Kondisi saat kebakaran sangat riuh. Sering pemadam tidak sempat memeriksa kabelkabel listrik yang berserakan. Maka, risiko tersetrum pun harus dia hadapi.

Kunci Jawaban Halaman 46-47

Ayo Berdiskusi

Diskusikan tugas-tugas berikut bersama kelompokmu. Tuliskan pokok-pokok pikiran dari bacaan “Komandan Damkar Meninggal saat Menyelamatkan Anak Buahnya”.

Jawaban:

Paragraf 1 : Petugas pemadam kebakaran (damkar) bertaruh nyawa saat memadamkan api
Paragraf 2 : Kronologis/peristiwa meninggalnya pak Subandi
Paragraf 3 : Pemimpin yang mampu menumbuhkan semangat anak buahnya
Paragraf 4 : Pengalaman pak Suhada dalam bertugas
Paragraf 5 : Tulus dan tanpa mengeluhnya pak Suhada dalam menjalankan tugas
Paragraf 6 : Resiko pekerjaan pak Suhada sebagai petugas pemadam kebakaran

1. Apa yang dapat kamu teladani dari petugas pemadam kebakaran?

Jawaban:

Berani dalam menjalankan tugas, selalu bekerja sama dalam tim, rela berkorban, tulus bertugas, pantang menyerah dalam memadamkan api/menolong korban, peduli dengan sesama.

2. Nilai Ketuhanan apakah yang diterapkan oleh petugas pemadam kebakaran?

Jawaban:

Berdoa sebelum bertugas, terus berdoa selama bertugas dan selalu bersyukur setelah melaksanakan tugas.

3. Nilai kemanusiaan apakah yang diterapkan oleh petugas pemadam kebakaran?

Jawaban:

Rela berkorban untuk orang lain, peduli dengan sesama, selalu berusaha menolong orang lain yang terkena musibah kebakaran

4. Apa yang dapat kamu lakukan dalam upaya ikut membantu lingkunganmu menerapkan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan?

Jawaban:

– Rajin beribadah
– Selalu berdoa dalam segala aktivitas
– Selalu bersyukur
– Menghormati dan menghargai baik dengan yang seagama maupun dengan yang berbeda agama
– Rela berkorban
– Menengok tetangga yang sakit/terkena musibah
– Suka menolong tanpa pamrih

Presentasikan hasil diskusimu di hadapan kelompok-kelompok lain dan Bapak/Ibu guru.

Ayo Mengamati

Kunci Jawaban Halaman 49

Ayo Menulis

Apa judul lagu tersebut
Jawaban:Gundul-gundul pacul.

Dari daerah mana asal lagu tersebut?
Jawaban:
Berasal dari Jateng/ Jawa Tengah.

Apa nada dasar yang digunakan pada lagu tersebut?
Jawaban:
Nada dasarnya adalah Do=C.

Apa tanda tempo yang digunakan pada lagu tersebut?
Jawaban:
Tanda tempo yang digunakan adalah 4/4 Moderato.

Apa arti tanda tempo tersebut?
Jawaban:
Arti dari tanda tempo tersebut adalah dinyanyikan dengan tempo sedang.

Ayo Bernyanyi

Berlatihlah menyanyikan lagu “Gundul Gundul Pacul”. Berlatihlah terus dan mengulang-ulanginya hingga kamu dapat bernyanyi dengan baik. Perhatikan pengucapan syair lagu agar jelas dan dipahami pendengar.

Nyanyikan lagu “Gundul Gundul Pacul” dengan nada dasar yang berbeda. Rasakan mana yang lebih nyaman bagimu untuk menyanyikannya.

Info
Gundul-Gundul Pacul’ adalah salah satu lagu daerah yang ditulis oleh Sunan Kalijaga pada tahun 1400-an. ‘Gundul-Gundul Pacul’ adalah lagu nasihat dari sang Wali bagi para pemimpin Jawa untuk mengutamakan kesejahteraan rakyatnya.

Arti gundul adalah kepala plontos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan dan kemuliaan seseorang, sementara rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Dengan demikian, gundul artinya adalah kehormatan yang tanpa mahkota.

Pacul adalah cangkul. Orang Jawa mengatakan bahwa pacul adalah papat kang ucul (“empat yang lepas”), dengan pengertian kemuliaan seseorang sangat tergantung kepada empat hal, yaitu cara orang tersebut menggunakan mata, hidung, telinga, dan mulutnya.

Jika empat hal itu lepas, kehormatan orang tersebut juga akan lepas. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat. Telinga digunakan untuk mendengar nasihat.

Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil. Gembelengan artinya “besar kepala, sombong, dan bermain-main” dalam menggunakan kehormatannya.

Dengan demikian, makna kalimat ini adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota, tetapi pembawa pacul untuk mencangkul (mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya). Namun, orang yang sudah kehilangan empat indra tersebut akan berubah sikapnya menjadi congkak (gembelengan).

Nyunggi nyunggi wakul kul, gembelengan. Nyunggi wakul (membawa bakul di atas kepala) dilambangkan sebagai menjunjung amanah rakyat.

Namun, saat membawa bakul, sikapnya sombong hati (gembelengan). Wakul ngglimpang (bakul terguling) melambangkan amanah dari rakyat terjatuh, akibat sikap sombong saat membawa amanah tersebut.

Segane dadi sak ratan (nasinya jadi sehalaman) melambangkan hasil yang diperoleh menjadi berantakan dan sia-sia, tidak bisa dimakan lagi (tidak bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat).

Ayo Membaca

Secara umum, lagu bertangga nada diatonis minor bersifat sedih dan kurang bersemangat. Namun, ada pula lagu bertangga nada minor yang gembira dan bersemangat, misalnya lagu “Ayam Den Lapeh” dan “Bungong Jeumpa”.

Ayo Renungkan

Adakah pengetahuan dan keterampilan yang dapat kamu berikan bagi perbaikan lingkungan sekitarmu? Apakah itu?
Sikap baik apakah yang dapat menjadikan kehidupanmu dan lingkungan sekitarmu menjadi lebih baik?

Kerja Sama dengan Orang Tua

Bersama orang tuamu, nyanyikanlah lagu “Gundul Gundul Pacul”.

Manfaat Latihan Soal

Latihan soal sangat diperlukan bagi pelajar. Gunanya untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman Adik-adik terhadap materi Tema 7 Kelas 6 Subtema 1 Kepemimpinan yang diberikan guru.

Dengan terbiasa mengerjakan latihan soal, maka nanti tidak akan kaget saat menghadapi ulangan. Apalagi kalau soal yang dikerjakan memiliki beragam variasi, hal itu akan berefek lebih baik lagi.

Ditambah dengan adanya kunci jawaban, maka Adik-adik bisa belajar secara mandiri. Selain itu, Adik-adik pun bisa mencari jawaban lain sebagai pembanding.

Bentuk Soal dan Kunci Jawaban

Soal-soal yang diberikan di sekolah, baik Ujian/Pelatihan/Ulangan Harian, Tengah Semester, Semester, Ujian Akhir dan sebagainya: biasanya memiliki berbagai macam bentuk variasi. Ada pilihan ganda, isian, essai (uraian), mencocokkan dan sebagainya.

Untuk latihan soal harian Tema 7 Kelas 6 Subtema 1 Kepemimpinan SD/MI kali ini diambil dari Bukunya langsung. Adik-adik bisa mengerjakan tidak perlu buru-buru, supaya bisa memahami soal dengan baik.

Untuk melatih kebiasaan menjawab soal, nanti pun Jurnalismewarga.net akan mengupload soal-soal dengan bentuk yang lainnya. Selain bentuk soal yang berbagai bentuk, dalam hal mengerjakannya pun akan coba diberikan: berupa soal online (langsung dijawab di web), maupun offline (menjawab mandiri masing-masing di kertas atau media lainnya)

Latihan Soal Offline (Mandiri) dan Kunci Jawaban

Soal Tema 7 Kelas 6 Subtema 1 Kepemimpinan dan Kunci Jawaban yang diberikan kali ini tidak online, artinya Adik-adik tidak mengerjakan langsung di web ini. Untuk menjawab soal, silahkan tulis sementara di buku masing-masing. Setelah itu nanti bisa dicocokkan dengan kunci jawaban yang ada di akhir soal ini.

Untuk diperhatikan, karena ini tujuannya untuk supaya Adik-adik belajar, maka kerjakan dulu sebisa mungkin. Artinya jangan dulu melihat kunci jawabannya. Sebab kalau tidak berusaha dulu menjawab dan langsung melihat kunci jawaban, maka itu seperti baca buku saja. Menempel di memori otak kita hanya sementara saja.

Kerjakan Latihan Soal yang Lain

Untuk melengkapi Latihan dan Kunci jawaban dari buku di atas, kerjakan juga Latihan Soal Harian Tema 7 Berikut ini:

Kunci Jawaban Latihan Soal Ulangan/Penilaian Harian Tema 7 Kelas 6 Subtema 1 Semester 2 Kepemimpinan

Kunci Jawaban Latihan Soal Ulangan/Penilaian Harian Tema 7 Kelas 6 Subtema 2 Semester 2 Kepemimpinan

Kerjakan juga Latihan Soal Harian Tema 6 di ini:

Latihan Soal Ulangan/Pelatihan Harian Tema 6 Kelas 6 Subtema 1 dan Kunci Jawaban

Latihan Soal Ulangan/Pelatihan Harian Tema 6 Kelas 6 Subtema 2 dan Kunci Jawaban

Latihan Soal Ulangan/Pelatihan Harian Tema 6 Kelas 6 Subtema 3 dan Kunci Jawaban

Bagaimana sukses menjawab soalnya? Kalau masih mau mempelajari kembali Buku Materi Tema 7 Kelas 6 Menuju Masyarakat Sehat, silahkan baca secara online di link ini:

Buku Tema 7 Kelas 6 Edisi Revisi 2018

Buku Tema 7 Kelas 6 Edisi 2017

Atau untuk lebih lengkap, berikut ini adalah keseluruhan untuk Tema Kelas 6:

Sumber:

Kemendikbud

Semangatnews.com

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *