Meminimalkan Resiko

Adakah orang terbebas dari dosa? Sepanjang hidup selalu benar? Hati selalu bersih? Perasaan selalu terjaga? Nafsu selalu di penjara?. Selain Nabi Muhammad, sepertinya tak ada yang lepas dari itu. Walau kadarnya mungkin beda-beda.

Akan tetapi, walaupun setiap manusia sadar akan itu. Nyatanya, sulit sekali kata maaf itu keluar. Bahkan, di saat orang yang bersalah sudah meminta maaf sekalipun. Normalnya, jika kita sudah sadar bahwa manusia tak luput dari dosa. Sepantasnya, takkan sulit kita mengampuni kesalahan sesama. Toh suatu saat kita pun tentu akan bersalah juga. Yang memerlukan pengampunan orang lain juga. Jika tak ingin dosa itu terbawa terus sampai akhirat.

Lain halnya jika dosa langsung pada Tuhan. Dengan istighfar dan tobat secara sungguh-sungguh. Pengampunan dari Allah tentunya sangat terbuka lebar.

Tapi walaupun demikian, dosa jenis itu pun bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Sebab dari mana kita tahu umur bisa sampai pada masa pertobatan itu? Bagaiman jika kesadaran itu belum juga sampai, ternyata ajal lebih dulu menjemput?

Maka, sebaik-baik persiapan adalah, meminimalkan segala resiko itu semua. Ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah kita kerjakan dengan benar. Dan ibadah terhadap sesama pun kita kerjakan dengan sepenuh hati. Dengan menghindari perilaku yang menyebabkan orang lain terluka. Fisik maupun perasaannya.

(Visited 7 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *