Dalam Satu Kesatuan

Perbedaan itu adalah anugerah

Apa jadinya kalau kepala marah kepada leher? Karena leher beda dengan dirinya. Atau tidak menerima keberadaan tangan, kaki, perut. Semata-mata karena beda dengan dirinya.

Padahal kepala pada dasarnya tersusun dari bahan sama seperti anggota badan yang lain. Terdiri dari sel, yang masing-masing memiliki fungsi sendiri.

Apa jadinya Indonesia? Jika antar suku saling marah. Antar agama saling marah. Antar golongan saling marah. Karena beda dengan dirinya. Padahal mereka sama-sama manusia, bangsa Indonesia.

Apa jadinya dunia? Jika antar negara saling serang. Atau saling rebut sumber daya. Atau mau menjadi superpower dengan menghalalkan segala cara?

Padahal semua itu seharusnya jadi anugerah. Perbedaan dijadikan indah. Seperti musik yang mengolah nada. Seperti bunga yang menata warna. Seperti manusia. Yang satu bagian dengan bagian yang lain bekerjasama untuk bisa hidup.

(Visited 31 times, 2 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *