Dangdut in the staff room

Matahari mulai memancarkan sinar keagungannya, Cahaya perlahan masuk menyinari ruang-ruang kosong perlahan memberi kehangatan dan terang seolah turut memberi semangat memulai hari. Kaki mulai melangkah menapaki sekitar gedung yang sudah bertahun-tahun terlewati. Landscape yang sudah lama menjadi pemandangan mata. Ya SDIT Bina Lestari tempat memupuk kehebatan anak-anak,tempat tumbuh meningkatkan perkembangan diri bersama teman-teman seperjuangan. Bagi saya inilah rumah kedua , dimana menghabiskan waktu sehari-hari di sini begitu menyenangkan penuh tantangan dan menjadi salah satu ladang pahala bagi saya.

Pagi ini sudah menjadi rutinitas bagi saya dan rekan-rekan guru menunggu di depan gerbang sekolah untuk menyambut siswa dan siswi yang datang, menyapa memberi salam baik menggunakan bahasa arab maupun bahasa Inggris. Semangat bertambah melihat mereka anak didik memberikan senyum dan antusias terbaik dalam rangka menimba ilmu. Bel berbunyi semua penduduk sekolah sigap melaksanakan tugasnya masing-masing. Guru dengan kewajibannya mengajar melangkah tegap menyampaikan ilmu ke kelas-kelas.

Sedikit memalingkan pandangan di salah satu ruang yang berisikan staff dari SDIT Bina Lestari,di balik keriuhan suasana kerja yang begitu padat,segudang pekerjaan tiada henti terlebih terkadang deadline yang mengejar terkadang membuat sibuk, ada masa-masa dalam kesibukan itu tersimpan cerita-cerita menarik, tercipta moment-moment keceriaan agar suasana kerja menjadi lebih menyenangkan. kekosongan-kekosongan pun diisi oleh canda ceria yang menimbulkan gelak tawa oleh tokoh-tokoh pelengkap dalam bekerja sama di sekolah

Yang pertama sebut saja Mr Budi rekan kerja saya yang satu ini sungguh pecinta dangdut. Tiada hari tanpa cengkok khas dari Mr BUdi ini. Sungguh tingkah polahnya dalam bernyanyi sampai melekat kuat salam ingatan seperti kala itu
“Secepatnya jasad dipendam, karena tak lagi dibutuhkan, diri yang semula dipuja, kini bangkai tak bergunaa ,” Mr budi bernyanyi
“ah dasar peserta dangdut mania, nyanyiii trus, udah selesai belum tugas dari ibu kepsek” Ujar saya
“Hitaam orangnya hitam tetapi baik hatinya” balas Mr. budi sambil tertawa.

Di bagian administrasi yang lain yaitu Mrs. Fifi yang tiada hari tanpa DO (Delivery order).
“Miss mau nitip lauk gak? Fifi mau DO nih” Tanya Mrs Fifi sambil terus scroll Hpnya ke bawah untuk mencari makanan yang menarik.
“ada lauk apa mrs?” Jawab saya.
“banyak miss ada jengkol, oncom, ayam geprek” Ujar Mrs Fifi.
“Gak deh saya pesen makan sama Mrs Intan aja” jawab saya.

Mrs intan juga salah satu staff Administrasi dibagian SPP.
Mrs intan yang memiliki logat bicara khas betawi yang terkadang ketika kami mendengarnya pasti tertawa.
terkadang Mrs intan mengingatkan kami untuk tetap menjaga kebersihan diruangan kami dengan cara dan gayanya yang khas.
“hayo hayo Mr budi jangan sembarangan ya taruh gelas kotor, itu sampahnya buang keluar awas kotor” sambil tanganya menggebrak-gebrak meja sambil tertawa.

“Miss shelma hayo buang sampahnya tuh, dikolong meja kmu tuh lihat” sambil menunjuk sampah dengan sapu yang ia pegang.
“kami hanya tertawa dan bilang oke oke siip”.

dan yang terakhir Mr. Latif yang selalu sibuk kesana kesini entah apa yang merasukinya,karena memang Mr latif tidak suka berada disatu tempat dalam jangka waktu yang lama. terkadang Mr latif menggantikan jam kosong ketika guru lain berhalangan hadir kesekolah. karena hobinya kesana kemari kami memanggilnya Mr. rush.

dengan cara seperti ini lah kedekatan kami terjalin, pekerjaan pun terasa lebih menyenangkan. bukankah bekerja dengan hati adalah salah satu kunci untuk mensyukuri pekerjaan yg kita lakukan?
niatkan dalam hati semoga apa yg kita lakukan hari ini mendapat Ridho dari Allah SWT, agar lelah kita bekerja tidak sia-sia.berdoa adalah hal yang mudah dilakukan tapi terkadang selalu lupa untuk kita lakukan.

dikesempatan lain kepala sekolah memberikan saya kesempatan untuk mengajar. Mengisi mata pelajaran bahasa inggris, ya kesempatan itu saya terima dan tidak saya sia-siakan.dari menjadi guru ini lah saya dapat mengeksplore diri saya, menjadikan mereka murid saya sebagai motivasi saya untuk belajar.
secara tidak langsung ibu kepala sekolah mendidikku dengan caranya. melakukan hal yang tidak yakin bisa saya lakukan ternyata mampu sy jalani. Di kesempatan yang lain ibu kepala sekolah selalu memberikan nasihatnya, arahanya, binaanya untuk memotivasi kami staff dan seluruh guru menjadi seseorang yang selalu “Develope”.

Terimakasih Ibu kepala sekolah, terima kasih rekan kerja dan terimakasih bina lestariku. Cerpen ini saya dedikasikan untuk seluruh staff khususnya yang tidak kenal waktu menyelesaikan tugasnya dan terus menjalankan program demi program yang dilaksanakan oleh sekolah. Disinilah aku belajar menjadi seseorang yang terus menggali potensi yang ada dalam diriku. Semoga langkah kami kesekolah menjadi ladang pahala dan diridhoi

(Visited 211 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *