Kesungguhan Niat

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Ada banyak variabel untuk menentukannya. Siapa yang berniat? Apa niatnya? Seberapa lama mencapainya? Untuk siapa? Dengan siapa? Dan semua kata tanya bisa digunakan untuk melihat sejauh mana sebuah niat hendak diwujudkan.

Niat kebaikan pun tentu adalah sebuah motivasi. Dan sumber dari segala motivasi itu hendaknya karena DIA. Karena jika bukan, maka bisa jadi itu hanyalah keinginan sepintas saja. Dalam artian, untuk mewujudkannya terancam berhenti di tengah jalan.

Lain halnya jika niat itu muncul karenaNYA. Dengan kesadaran menyeluruh atas pemahaman. Maka sebesar apa pun halangan menghadang. Nisacaya kekuatan hati akan makin menumbuhkan keyakinan – – bahwa yang diniatkan akan mampu tercapai.

Ketercapaian dalam arti luas dan menyeluruh. Baik dari segi waktu maupun ruangnya. Waktu yang bisa dekat, atau masa mendatang. Artinya proses awal sudah mulai dilakukan. Dan sekaligus mempersiapkan adanya kesinambungan atau regenaris pelaksana. Sampai niat berupa ide itu terwujud, dan mewujudkan ide selanjutnya.

Dan demikianlan kehidupan tercipta berkelanjutan. Antara yang satu dengan yang lain terhubung. Menjadi sebab musabab yang bersumber dari Sang Maha Pembuat Segala Yang Ada.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *