Lenteng Agung Berduka

Kembali salah satu warga yang dihormati di daerah ini meninggal dunia. Yaitu Pak RT tempatku tinggal saat ini.

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

Semoga Almarhum Pak RT: Suparno bin Tirtaredja, diampuni segala dosanya. Diterima segala amal ibadahnya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan

Selain mengingatkan: bahwa segala yang bernyawa akan mengalami maut, ada yang spesifik ingin penulis sampaikan malalui tulisan ini. Terutama apa yang menimpa almarhum ini.

Beliau adalah orang yang baik. Peduli pada warganya. Dan warga pun menghormatinya. Menurut beberapa kerabat yang sudah lama mengenal beliau. Tak ada sejarah penyakit yang diderita almarhum sebelumnya.

Pernah ada yang tahu suatu saat almarhum pusing-pusing, cukup dengan melilitkan kain di kepala. Penyakit itu hilang dengan sendirinya. Artinya almarhum ini jarang sekali berurusan dengan rumah sakit atau sejenisnya.

Meninggalnya ini pun, begitu mendadaknya. Bahkan bisa dibilang tidak ada yang mengetahuinya. Dari cerita istri almarhum, beliau pulang ronda sekitar jam 1 malam. Begitu pun pengakuan teman-teman merondanya. Istilahnya, seseorang yang bisa meronda dengan normal. Masih bercanda dengan tanpa beban. Tanpa ada rasa sakit yang dideritanya. Itu mengindikasikan beliau baik-baik saja sebelumnya.

Istri almarhum baru sadar beliau meninggal. Setelah jam 10 dibangunkan, beliau sudah tidak ada. Di bawa ke rumah sakit pun untuk sekedar memastikan saja.

Dan setelah selesai. Poses pemakaman pun dilakukan. Dari mulai memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan terakhir memakamkannya. Saya sendiri datang berta’ziah saat proses akan memandikan itu. Berlanjut sampai selesai di pemakaman.

Yang jadi perhatian saya. Ada beberapa kejadian meninggalnya seseorang begitu mendadaknya. Di tengah prima kesehatannya. Berarti cukup jadi alasan bagi siapa pun yang masih hidup saat ini. Untuk segera bertaubat kepada Sang Pencipta. Karena umur kita tidak tahu kapan akan berakhirnya.

Orang sudah tidak heran jika sakit, apalagi sakitnya sudah lama, kemudian meninggal dunia. Mereka pun yang meninggal dengan melalui proses seperti itu. Tentu kesadaran taubat seperti itu sudah sewajarnya dilakukan. Tapi dengan kejadian-kejadian akhir-akhir ini. Dengan mendadaknya yang meninggal, virus corona yang dengan banyaknya menimbulkan korban, bencana alam, peperangan di berbagai negara. Mungkin memang sudah begitu tua dunia ini.

Adakah ini menyadarkan pembaca juga?

(Visited 19 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *