Menghindari Covid-19 dengan Sedekah?

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kejadian Nyata sebagai Inspirasi

Saya berbagi cerita, mana tau bisa menginspirasi pembaca. Di saat pandemi yang banyak menyita fikiran, terutama yang mengalami kesulitan saat perubahan yang tiba-tiba terjadi.

Sebelum pandemi, saya berkegiatan dari satu sekolah ke sekolah lain. Untuk bekerjasama dengan pihak sekolah tentunya. Saat ini saya lebih fokus mengembangkan situs Jurnalismewarga.net, situs yang sedang pembaca buka – – tempat tulisan saya ini berada. Sekaligus juga mendapat amanat dari teman- teman OSIS saat SMA dulu, untuk memproduksi sekaligus membagikan nasi sedekah. Di mana mereka sebagai donaturnya. Di bawah ini pembaca bisa melihat updatenya:

Screenshoot Google.Photos Update Dokumentasi Nasi Sedekah

Gambar di atas adalah sebagian dari gambar dokumentasi Nasi Sedekah, untuk melihat lengkapnya bisa mengunjungi link aslinya di google.photos. Link tersebut adalah update dokumentasi masakan dan proses pembagian nasi sedekah tiap hari.

Sedangkan untuk update donaturnya ada di bawah ini:

Dokumentasi di atas, bukan maksud memamerkan kebaikan teman2 saya, atau mengiming-imingi sesutu. Tapi lebih dari itu, yang mau saya share adalah: bahwa Allah akan datang di waktu yang tepat, saat kita membutuhkan – – jika kita mengikuti petunjukNya. Sekaligus juga sebagai report/pertanggungjawaban saya kepada para donatur.

Mungkin dengan adanya pandemi ini, di antara pembaca pun saat ini berada di posisi yang kurang menyenangkan. Kemunculannya, bukan hanya masalah materi yang tidak menjadi tidak pasti, bahkan nyawa pun seolah terus diintai sang Covid-19 ini.

Jika melihat latar belakang saya, apa kurang menegangkannya ketidakpastian itu? Jika yang bergaji bulanan diombang-ambing oleh ketdakpastian cara kerja, atau mungkin kondisi perusahaan yang ikut terpengaruh. Lebih-lebih dengan sektor pekerja informal seperti saya.

Namun itu tadi, keyakinan kita pada Yang Maha Kuasa akan menemukan jalanNya. Tentunya jika kita mau mengikuti jalan itu. Dan cerita ini yang akan saya bagikan. Sebelum ceritanya dibagikan, mari kita perdalam kembali tentang sedekah.

Apa itu Sedekah?

Kata sedekah asal kata bahasa Arab șadaqa jama‟ dari shidqan yang berarti kejujuran, berkata benar. Sedekah berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.

Sedekah Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridha Allah SWT dan pahala semata.

Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fiqh) disebut şadaqah at-tatawwu (sedekah secara spontan dan sukarela).

Menurut Sayyid Sabiq, sedekah tidak terbatas pada satu jenis tertentu dari amal-amal kebajikan, tetapi prinsipnya adalah bahwa setiap kebajikan itu berarti sedekah.

Sedekah selain bersifat materil, juga bersifat non materil. Dalam hadis-hadis Nabi Saw., kata sedekah (yang akar katanya juga mengandung arti ketulusan) mempunyai makna yang lebih luas daripada sekedar menolong orang lain dengan uang atau barang. Setiap perbuatan kebajikan adalah sedekah, baik yang berupa harta, tenaga maupun pikiran.

Hukum Sedekah

Para fuqaha sepakat hukum sedekah pada dasarnya adalah sunah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.

Di samping sunah, hukum sedekah menjadi haram yaitu dalam kasus seseorang bersedekah mengetahui bahwa orang yang bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk kemaksiatan.

Terakhir, hukum sedekah berubah menjadi wajib, yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwa, sedangkan seseorang tersebut mempunyai makanan yang lebih dari apa yang diperlukan.

Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga.

Tujuan dan Hikmah Sedekah

Menurut Muhammad Djunaedi, tujuan sedekah dibagi 2:

Tujuan bagi Para Pemberi:

  1. Mensucikan jiwa dari sifat kikir karena ditentukan oleh kemurahannya dan kegembiraan ketika mengeluarkan harta semata karena Allah.
  2. Mendidik berinfak dan memberi. Orang yang terdidik untuk siap menginfakkan harta sebagai bukti kasih sayang kepada saudaranya dalam rangka kemaslahatan umat.
  3. Berakhlak dengan Akhlak Allah. Orang yang jauh dari kikir dan bakhil, suka memberi dan berinfak, maka telah mendekatkan akhlaknya dengan Akhlak Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemberi.
  4. Menimbulkan rasa cinta kasih.
  5. Mensucikan harta dari bercampurnya dengan hak orang lain.
  6. Mengembangkan dan memberkahkan harta.

Tujuan Bagi Penerima

Adapun tujuan sedekah bagi para penerima ada dua tingkatan:

  1. Setelah mendapatkan sedekah, penerima mencapai tingkatan berdaya.
  2. Berubah status dari penerima menjadi pemberi sedekah.

Hikmah Sedekah

Menurut Muhammad Ali, hikmah yang terkandung dalam ibadah sedekah antara lain sebagai berikut:

  1. Mensyukuri karunia Ilahi, menumbuhsuburkan harta dan pahala serta membersihkan diri dari sifat-sifat kikir, dengki, iri hati serta dosa.
  2. Melindungi umat muslim dari bahaya kemiskinan dan akibat kemelaratan.
  3. Mewujudkan rasa solidaritas dan kasih sayang antara sesama manusia.
  4. Manifestasi kegotongroyongan dan tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.
  5. Mengurangi kefakir-miskinan yang merupakan masalah sosial.
  6. Membina dan mengembangkan stabilitas sosial.
  7. Salah satu jalan mewujudkan keadilan sosial.

Kisah Sedekah

Kisah Rasulullah dan Sahabat

Kisah Sedekah yang Lain

Jenis Sedekah

Sedekah VS Riba

Artikel ini belum selesai, ditunggu sambungannya ya 🙂

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *