Pengalaman di SDIT Bina Lestari  

Assalamu’alaikum wr.wb, Haiii namaku Khaira Lubna Haqia. Aku lahir di bekasi 16 Juli 2009. Sekarang aku menduduki kelas VI (6) SD, menurut kalian, umurku terlalu muda tidak sih?. Oke dilanjut saja yah…   Aku seorang murid pindahan (sejak kelas 5 SD) dari SDIT Darul al-ma’arif, Jakarta Timur. Kelas 1 sampai 4 aku tidak bersekolah disini. Aku senang sih berada di SDIT Bina Lestari, semua anak anaknya banyak membantuku memperkenalkan sekolah itu. Mau dengar pengalaman ku selama disana? Ayo kita lanjut… Pengalaman kelas V (5)   Sebelum masuk kelas 5, aku diberi tes dahulu. Guru yang menemani ku selama tes, yaitu, Ms. Ifa. Beliau adalah guru yang penyabar dan sopan santun. Ketika aku menanya beberapa hal yang berkaitan dengan soal pun beliau jawab perlahan. Selesai tes, aku dan Ayah, Bunda ku pergi pulang. Hasil tes ku akan menentukan aku masuk kelas tertentu. Aku menunggu sampai Liburan kenaikan kelas berakhir. Akhirnya selesai pula Libur kenaikan kelas tersebut, aku dan ayah menyiapkan segala kebutuhan sekolahku untuk besok. Aku bertanya kepada “Ayah, kalau Kakak gak punya teman, gimana?”. “Ya gak papa, dijalanin aja sih..” jawab Ayah. Oke, aku akan menuruti kata Ayah. Keesokan harinya…   Aku cepat-cepat mempersiapkan buku tulis dan kotak pensilku kedalam tas. “Bunda, hari ini kakak pakai baju apa?” tanyaku. “Lah, enggak tau. Palingan pakai baju yang sama kayak Jian(adikku)” ucap Bunda. Aku ikut saja kata Bunda. Kami pun berangkat menuju SDIT Bina Lestari. Tapi diperjalanan aku melihat beberapa anak yang tidak memakai baju Putih (Khusus MOS), dia berbaju hijau dengan rompi. Dalam hatiku, duh, gimana ya? Takut salah baju nihh. “Ayah, yang lain beda bajunya, yang putih untuk anak anak kelas 1..” aku khawatir. Ya, sebenarnya gak papa sih pakai baju putih MOS, tapi kalau aku beda sendiri dari kalangan kelas 5?   Pendaftaran siswa/siswi membludak di beberapa area. Bunda buru buru mengambil nomor peserta untuk Jian. Adikku, Jian, mengikuti barisan anak anak kelas 1. Sedangkan aku, diantar Ayah dan Bunda ke kelas yang sudah dipenuhi kelas 5. Terdapat dua kelas bersebelahan untuk menampung anak kelas 5 sementara. Disana, Bunda bertanya kepada seorang guru bernama, Mrs.Susi. “Bu, anak saya dikelas mana ya?” tanya Bunda. “Dikelas sini saja bu, untuk sementara” jawab Mrs.Susi menunjuk ruang kelas yang kiri. Sebenarnya, aku sangat malu, tetapi ayah menyuruhku cepat cepat masuk. Aku pun memasuki kelas bertuliskan papan ” V(5) Sa’ad bin abi waqqas(Kelas B)”.  Ku taruh tasku di salah satu kursi. Aku mengikuti yang lainnya ke lapangan. Disana kami melaksanakan Upacara Bendera. Selesai itu, semuanya berbalik menuju kelas. “Tangan nya diangkat kepalanya ditundukan. Bismillah..”. Aku duduk di tempat ku semula. Tapi, tiba-tiba, Mrs.Susi memanggilku untuk mengikuti MOS. Bersama murid baru lain, bernama Anggi Rahma Ariyanti. Lalu, kami pun menuju ruangan atas bersama anak anak kelas 1.   Aku bertemu adikku yang juga mengikuti MOS. Dia memanggilku untuk bergabung dengannya. Bu guru menyuruh kami untuk membuat buah-buahan dari origami. Karena Anggi tidak membawa origami, aku menyuruh adikku untuk memberinya. Karena aku lama membuatnya, aku pun tidak selesai..Haha.   Besok, adalah hari pertama ku masuk kelas 5 untuk belajar, bukan sesi perkenalan.. Sebenarnya aku sudah sangat gugup sih.. Aku mempersiapkan buku buku pelajaran dengan serius, tanpa senyam senyum ahaha.. Waktunya berangkaaat!. Aku memasuki kelas yang sama saat perkenalan, yaitu, V(5) Sa’ad bin abi Waqqas. Disana aku melihat ada anak yang sedang serius menggambar. Setelah ku intip intip, woahh..gambarannya keren sekali. Anak itu tidak sadar apa yang kulakukan. Kringgg, bel berbunyi. Oke, aku berbaris dan baca do’a seperti kemarin. Semua anak sekelas memasuki kelas, hm, kok jadi pengap ya. Setelah duduk rapi, seorang guru yang cantik memasuki kelas. “Assalamu’alaikum,”. “Wa’alaikum salam”. “Mau perkenalan dulu gak?” tanyanya. “Iyaa” jawab murid murid. “Halo kak, Miss guru baru disini, nama Miss, Ms.Ismi” ujar beliau. “Ada murid baru gak?” tanyanya lagi. Aku mengangkat tangan. Ms.Ismi menyuruhku maju kedepan. Aku memperkenalkan diri “Assalamu’alaikum wr.wb.., Halo nama saya Khaira Lubna Haqia, asal dari jakarta, sekolah SDIT Da’arul Ma’arif”.   Aku ingin bercerita pengalaman bahagia ku di pertengahan semester kelas V(5). Saat itu, ulangan sudah dekat dan tak dapat dihindari. Aku belajar lebih giat dari semester pertama. Keesokan harinya, sudah mulai ulangan. Aku mendapati kelasku V(5) Sa’ad bin abi waqqas atau kelas B. Hari demi hari pun lewat. Sehari lagi bagi rapor. Aku mencoba untuk memeriksa jawaban ku saat ulangan. Oh ya, sahabatku pun sekarang Bilqis Suci Aulia dan Zazkia Anur Laila. Dan guruku Ms.Rahma Nurlita. Bunda menyuruhku untuk tidur, agar besok tidak kesiangan. “Kak, bangun…udah mau jam 07.00 nihh”. Aku segera bersiap siap. Bunda mengantarku dengan motor. Jadi, sebelum bagi rapor, siswa/siswi belajar dulu, sekitar jam 09.00 nanti orangtua akan datang mengambil rapor. Aku sudah tidak sabar!!. Ms.Rahma menyuruh kelas kami membersihkan kelas, sebelum para wali murid datang. Wahh..para Orangtua sudah datang sepertinya. Aku memandu Bunda ke tempat dudukku. Ms.Rahma bersiap mengambil kertas pengumuman. Karena, grogi, aku duduk duduk di halaman kelas. Setelah beberapa anak disebutkan, teman teman ku memanggil ku dan berkata “Khaira!!, kamu peringkat satu Khaii!”. “Hah?” aku merasa tidak percaya dengan ucapan itu. “Masa, aku enggak percaya!”. Aku memasuki ruang kelas, dan Bunda ada disana mengambil rapor ku. “Khaira membuktikan bahwa dia bisa melampaui teman temannya”  kata Ms.Rahma. Yaaay, itulah pengalaman menggembirakanku!..tapi aku tidak hanya diam dan menikmati semua itu. Tapi aku masih harus berusaha!, perjalanan ku menuju impian masih panjang.   Hari ini, Ms.Rahma membicarakan tentang Class Meeting atau pertunjukan yang dibagikan setiap kelas. Ms.Rahma menunjuk beberapa teman teman ku untuk mewakilkan kelas, dan aku terpilih untuk mengikuti Story Telling (Cerita menggunakan bahasa Inggris). Duhh, humans ya? Aku bisa apa enggak?. Akhirnya kuterima tawaran itu. Sepulang sekolah, aku mencari beberapa cerita di Google, dan aku menemukan cerita berjudul ‘Grasshopper and the ants’ yang menurut ku cocok. Aku menunggu ayahku pulang (untuk latihan sih). Setelah ayahku pulang kerja, aku memintanya untuk latihan. “Coba pakai gerakan, biar bagus” ucap Ayah. Aku berlatih berjam-jam. Oke, sekarang sudah hafal!. Besoknya..   Pertama, dari kelas satu,lalu dua dan seterusnya. Sekarang giliranku, duh mulai lagi gugup nyaa. Aku mengambil mic dan mulai bercerita. Ada beberapa orang yang tertawa, padahal aku enggak melucu lho. Saatnya pengumuman juara!. Deg deg deg Hahah… “Juara story telling!. Juara ketiga diraih oleh…, Juara kedua diraih oleh Khaira Lubna dari kelas Sa’ad bin abi waqqas!” Yeey itu aku!.. “Juara pertama diraih oleh…Anggi Rahma dari kelas Amr bin as!” Ya, alhamdullilah juara 2 daripada gak juara..hehe. Pengalaman kelas VI(6)   Haii, kembali lagi sama aku, sekarang aku sudah kelas 6(enam). Semester akhir di kelas 5(Lima) aku mendapati peringkat 3, banyak sih nilai ku yang turun pada saat semester akhir, tapi aku bersyukur karena masih bisa naik panggung..hehe. Aku mendapati kelas A atau VI Abdullah Bin Umar. Oke, akan kuceritakan pertama kali aku masuk kelas 6..   Setelah libur panjang yang cukup lama, akhirnya aku naik kelas. Di hari pertama itu, aku mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Aku berangkat sekolah. Saat, sudah sampai, aku melihat Bilqis dan disebelahnya (aku belum tahu itu siapa) melambai lambai padaku. “Khaiira! Kita sekelas” katanya. “Ya, ini siapa?” jawabku. “Ini Wafa, dari kelas V(5) C atau Hamzah” kata Bilqis. “Oh..iya” balasku. Bilqis mengajakku dan Wafa untuk masuk kedalam kelas. Rasanya tidak tera

(Visited 97 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *