Renungan dari Kematian Seorang Artis

Tulisan ini saya ambil dari group WA. Yang dishare ulang, dari sumber-sumber sebelumnya:

40th telah kembali kepada Allah.

Karir sedang di atas, istri cantik dan karirnya hebat, soal materi berkecukupan.

Namun semua harus ditinggalkan oleh Asraf suami BCL.

Tak pernah terdengar sakit. Selalu tersenyum nampak di tv. Nampaknya baik2 saja.

Tapi, sang pemilik segalanya sudah memanggil. Maka ia harus pulang ke Haribaan. TANPA BAWA APA2. RUMAH MEWAH TERTINGGAL, ISTRI CANTIK BERKARIR HEBAT DITINGGAL, MOBIL MEWAH DITINGGAL, ANAK DITINGGAL, KARIR DITINGGAL, SEMUA YANG ADA DI DUNIA TAK ADA YANG BISA DIBAWA.

MENINGGAL DIMANDIKAN, DIKAFANI, DIKUBUR OLEH ORANG2 SEKELILING. BUKAN ORANG YANG JAUH. DAN JUGA TIDAK DILAKUKANNYA SENDIRI.

ITULAH KEMATIAN, IA TIDAK BERKABAR, IA TIDAK PERMISI.


Sungguh tak ada yang pantas dibanggakan. Kerja kinerja, perbuatan baik kita ? Itu juga tak pantas, karena semua juga bukan karena diri kita sendiri. Semua adalah Allah yang punya.Allah yg berhak menilai

Lalu diri kita, apa yang mampu dibanggakan. SEMUA TITIPAN SEMENTARA BUKAN ?

SEMUA YANG ADA DI DUNIA TAK MAMPU MENGHALANGI AJAL UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH.

Umur kita berapa ? Kita dititipi apa ? Kita pun telah makin dekat dg kematian. Apa yang patut dibanggakan ?

Saatnya untuk menunduk. Saatnya untuk segera sadar. Segera mendekat pada Allah, dekat dengan masjid dan Al Qur’an. Dekat dengan orang2 sholih dan menjauhlah dari potensi dosa dan maksiat.

Menghancurkan keangkuhan status dan jabatan. Meletakkan dunia dan segala isinya. Segeralah bertaubat dan segeralah memuliakan orang2 yang di sekeliling. Segeralah menyadari segala perbuatan dan perilaku tidak patut dan tidak pantas. Menyelesaikan semua kewajiban. Dan memberi hak orang yang berhak. Menghapus air mata mereka menggantinya dengan tawa bahagia.

Karena ajal tak tahu di umur berapa menghampiri. Kita sudah divonis mati oleh Allah,tinggal menunggu antrian indahnya berbagi

(Visited 10 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *