Satu Tahun Jurnalismewarga.net, Bertambah Satu Tahun Usiaku

Karena memang bersamaan

Iya, saya membeli domain Jurnalismewarga.net sekaligus mempublishnya tepat pada saat usiaku 38 tahun. Sekarang 30 Mei tepat usiaku 39 – – bersamaan dengan Ultah jurnalismewarga.net 1 tahun, menurut perhitungan Masehi. Sedangkan berdasar perhitungan Hijriyah, usiaku tepat 40 tahun 26 Rajab 1441 H. Waktu yang sudah lewat – – seperti pernah saya tulis sebelumnya di sini.

Perjalanan waktu 1 tahun sudah dilalui. Tersimpan sebagai memori. Yang bisa dipanggil kembali untuk memberikan pelajaran, warning dan bahan evaluasi untuk langkah ke depannya.

Tentu ada banyak pelajaran yang bisa diambil. Pelajaran berharga sebagai hasil proses kehidupan. Baik saat membuat situsnya, mengisi kontennya, mempromosikannya, sampai merencanakan apa yang sebaiknya dilakukan ke depan. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, dan ketidaktahuan sampai kapan Corona bisa ditangani dan bagaimana supaya dapur tetap ngebul.

Tak mudah tentunya melewati kondisi itu. Sama tak mudahnya menyempatkan menulis dengan baik – – di saat galaunya fikiran. Diperlukan pemahaman diri yang baik, agar tetap dapat mengelola hati dan pikiran tetap positif. Kalau bukan karena perihnya jalan hidup yang pernah dialami, mungkin keyakinan itu telah menguap entah ke mana.

Seharusnya apa yang direncanakan itu bisa berjalan, minimal prosesnya bisa dilakukan. Tapi Corona telah mengubah banyak hal. Diri sendiri maupun orang lain, juga alam – – saat beradaptasi dengannya.

Masih berjalannya jurnalismewarga.net sampai detik ini, itu adalah sejarah tersendiri. Artinya domain ini sudah saya perpanjang. Satu indikasi saya memandang positif keberadaan situs ini. Tentu dengan harapan yang besar ke depannya. Sebab sudah dua kali saya membeli domain dan mengaktifkannya, namun dua-duanya tidak saya perpanjang. Kali ketiga ide melalui jurnalismewarga.net ini saya wujudkan, dan untuk kali pertama ini saya memperpanjangnya.

Semoga ke depan ia akan terus hidup. Bertransformasi menjadi situs besar. Ikut berkontribusi mengubah dunia, ke arah yang lebih baik. Menjadi wadah ilmu disebarluaskan. Menjadi sarana ide dituangkan. Menjadi perantara tiap penulis hidupnya bermanfaat – – saat hidup, dan manfaatnya tetap mengalir sampai kehidupan selanjutnya.

(Visited 8 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *