A-Z

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Seseorang bisa membaca secara lengkap jika A-Z sudah diketahuinya. Bukan hanya tahu, tapi faham menggunakannya.

Huruf itu sebagai alat untuk mengubah suara menjadi tulisan. Dengan tulisan itu, maka ilmu pengetahuan bisa disimpan, dan kemudian dibaca ulang baik saat itu maupun yang akan datang.

Jika melihat perkembangan seorang manusia saat ini, seorang bayi sampai usia tertentu sudah bisa bicara (bersuara). Kemudian saat menginjak usia sekolah, apa yang tadinya berupa bentuk suara itu dipelajari dalam bentuk tulisan.

Itu adalah sesuatu yang bisa dipelajari secara lahiriyah.

Lebih jauh, seseorang saat mengetahui suatu bentuk alat dan kemudian mempelajarinya, maka akan mengetahui komponen penyusunnya. Bahkan jika sudah mengetahui keseluruhan komponen itu, dan mendapatinya di depan mata, dan tahu cara membuatnya, maka ia bisa menyusunnya kapan saja ada kesempatan.

Contoh sederhanya saja Ketapel. Di sana ada 3 komponen: karet, bandul, pegangan bercagak. Akal manusia, siapa pun itu bisa membuat ketapel itu, jika komponen-komponen itu ada padanya. Demikian juga yg lebih komplek; sepeda, motor, mobil, pesawat dan sebagainya.

Sudah sampaikah manusia memahami kehidupan? Dan cara ia disusun? Termasuk cara kerjanya?

Ataukah ia akan tetap menjadi rahasia Tuhan?

Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *