Membimbing Sampai Tujuan

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Lebih enak mana? Saat kita bertanya pada seseorang di perjalanan. Kita ditunjukkan jalan, belok kanan/kiri/lurus dengan ucapan saja? Atau orang tersebut membimbing/mengantarkan kita langsung ke tujuan?

Saya yakin, semua berharap orang yang ditanya itu bersedia untuk mengantarkan langsung sampai tujuan. Sebab jika hanya petunjuk, bisa saja kita mengartikannya salah, sehingga masih bisa nyasar ke mana-mana.

Keimanan pada takdir Allah, pun ikut mewarnai proses pembimbingan itu. Antara satu aliran dengan yang lainnya, bisa beda pemahaman dan tentunya juga dalam proses perjalanan kehidupan.

Ada yang berkeyakinan, bahwa tanpa diminta pun Allah akan membimbing setiap makhlukNya, apa pun bentuknya, kapan pun waktunya, untuk mengarah pada satu tujuan. Ada juga yang berkeyakinan bimbingan itu harus diminta baik melalui doa, maupun usaha dalam bentuk lainnya. Atau pertengahan keyakinan di antara keduanya.

Semua itu tentu bukanlah sebuah masalah, bagi yang memahami kehidupan. Karena kehidupan adalah wujud dari adanya perbedaan yang membentuk sistem. Dan Allah pun dalam Al-Qura’an sudah sangat jelas menerangkan, bahwa Allah sendiri yang menghendaki golongan-golongan itu. Untuk supaya saling mengenal dan menjalani proses kehidupan lainnya.

Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *