Bisa dipercaya

Mahal sekali.

Nilai dari kepercayaan itu. Saat ini. Saat nilai kebaikan, kepatutan dan kemanfaatan bukan lagi hal yang utama. Di tengah kebutuhan akan materi, pengakuan dan ketidakpedulian sudah menanda jaman.

Hari ini saya mengalaminya. Setelah sekian lama kurang menyadarinya. Sempat menyadari, tapi mengabaikannya. Karena alasan tak sempat lagi mencari referensi. Alias kepepet.

Siang tadi saya servis proyektor. Di tempat yang bukan biasanya. Karena awal-awal saya selalu servis di tempat penjual proyektor itu. Niatnya 1 yang akan diperbaiki. Untuk efisiensi waktu, dan sekedar ngecek, saya bawa satunya lagi. Dengan merek yang sama. Keluaran dari tempat penjual yang sama.

Sesampainya di Harco Mangga Dua – Jakarta, saya langsung menuju tempat servis projector. 1 bulan yang lalu saya sempat mampir ke tempat itu. Sewaktu mau beli toolkit untuk memperbaiki printer di rumah. Sebenarnya saat itu pernah dikasih kartu nama sama penjaganya, dan sebelum ke toko itu sempat mau menelpon dulu. Tapi entah kemana dicari gak ketemu. Cuma di pertemuan pertama itu saya sudah ada “rasa percaya” pada obrolan pertama. Makanya siang ini saya langsung menuju ke toko itu.

Sampai di tempat servis, saya diterima orang yang berbeda dengan yang 1 bulan lalu saya temui. Sepertinya ini pemilik toko itu.. (Bersambung)

(Visited 33 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *