Gembok Kebahagiaan

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teman. Apakah kamu masih ada yang dicari? Ada yang kurang? Padahal kulihat hartamu berlimpah. Perusahaan di mana-mana. Karyawan bekerja dengan tanggungjawabnya. Tidak bekerja pun uangmu mengejar ke mana kamu pergi.

Kulihat sepertinya kamu gelisah. Padahal liburanmu hampir tiap hari. Di dalam begeri bosan, kau pergi ke luar negeri. Dengan pesawat pribadimu itu. Ditemani pengawalmu yang setia itu. Dengan istrimu yang muda dan cantik itu.

Kamu sepertinya kurang bahagia. Kalau tidak dikatakan sengsara. Batinmu itu. Apa jangan-jangan kamu belum sempat menerjemahkan arti kata bahagia. Saking sibuknya kamu dulu menimbun harta itu. Atau jabatan itu. Atau mengejar istri cantikmu itu.

Karena aku senang dengan perjuanganmu. Maka aku coba sarankan sedikit saja. Coba kau main ke tempat yayasan yatim piatu. Sebentar saja. Bawa uangmu itu. Sedikit saja. Kamu berikan ke anak-anak yatim itu.

Buat mereka berjejer. Lantas kamu salami satu-satu. Sambil berikan amplop berisi uang itu. Sambil tatap mata mereka. Rasakan sukacita mereka. Selami kebahagiaan mereka. Siapa tahu dengan itu. Gembok kebahagiaanmu ikut terbuka.

(Visited 65 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *