Kamu Sebenarnya Yang Mana, Apakah Aku Salah Duga?

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Daftar Isi

Dalam Bentuk Teks

Jangankan Tuhan yang tentunya Maha Tahu akan segala sesuatu. Kita saja yang terbatas, tentu tahu apa yang membuat kita diam membisu. Walau pandemi sudah terasa menjauh ditelan waktu. Namun efek ekonomi masih terasa bak sembilu.

Bencana melanda di mana-mana. Kita yang peduli tentu ingin berbagi pada sesama yang terkena dampaknya. Banyak dari kita yang hanya sekedar bisa berdoa, bukan tak ingin berbagi harta. Karena jangankan untuk orang lain, diri sendiri pun rasanya pantas untuk disebut kaum dhuafa.

Sekedar berdoa untuk kebaikan sesama tentu masih lebih baik. Jika dibanding tak peduli sama sekali karena hatinya penuh intrik mengarah syirik. Kita yang mampu berdoa, mana tahu di antara sekian jiwa yang memanjatkan walau tanpa pekik. Ada salah satu doa yang dikabulkan, sehingga bencana berakhir dengan peradaban baru yang diridhai Sang Khalik.

Sambil kehidupan terus berjalan. Walau dengan menyumbang harta langsung sebagian dari kita kesulitan. Bukankah lebih baik kita mengerjakan apa yang sudah aku gaungkan. Menggunakan situs jurnalismewarga.net sebagai ladang kebaikan.

Yang bisa menulis, tuangkanlah pengetahuanmu di sana dengan jiwamu yang murni. Yang bisa membaca, pelajari apa pun yang sudah Saudara yang lain tulis tadi. Yang tidak sempat keduanya, sekedar menshare tentu tetap memiliki arti. Itulah kerjasama yang bisa menampakkan diri sejati kita yang hakiki.

Pertalian dari kerja secara nyata itu akan menghasilkan pendapatan. Dimana pendapatan 81% nya setelah dikurangi hadiah pemenang bisa disumbangkan. Pada Saudara kita yang terkena bencana dan perlu bantuan. Penyelenggara hanya mengambil 19% saja sekedar situs bisa berjalan.

Inilah ajang kebaikan kita pertontonkan, kita gaungkan demi membantu yang kesulitan. Bukan untuk ingin dipuji atau hadiah sanjungan, apalagi kesombongan. Tapi untuk melawan ketamakan dan keserakahan yang sudah sekian lama berseliweran. Yang kesombongannya telah memberangus kesucian jiwa yang sejatinya dekat dengan Tuhan.

Jangan terperdaya dengan bujuk rayu syetan. Jika ada orang sudah berniat baik, sudah melakukan dan mengajakmu untuk ikut berperan. Janganlah kamu seenak hati menghakimi dirinya dengan tuduhan yang tak sepatutnya disampaikan. Nanti orang akan menilai kamu tak melakukan apa-apa tapi bisanya hanya menyalah-nyalahkan.

Jika kebaikan kalah gema dari kejahatan di dunia. Maka generasi seterusnya akan terbiasa menonton drama yang tak semestinya. Suatu saat nanti jika dibiarkan anak cucu akan terbiasa dengan dosa. Padahal di alam akhirat Tuhan akan menimbang itu semua dengan seadil-adilnya.

Dalam Bentuk Video Youtube

Terima kasih untuk kesediaannya mensubscribe channel youtube Jurnalismewarga:

(Visited 12 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.