Keistimewaanmu Belum Nampak Ke Permukaan Satrioku

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Mungkin, karena kamu rendah hati. Namun bukan berarti rendah diri. Condong lebih ke mawas diri. Tak gila sanjungan dan tak haus segala macam puji.

Padahal dunia sekarang dikuasai para kaum yang lapar untuk dilihat. Walau untuk itu harus banyak menjilat. Tak peduli sekeliling banyak kehidupan yang sekarat. Yang penting bagi mereka hidup sendiri berasa nikmat.

Bagaimana kebenaran, kebaikan dan kedamaian akan menjadi pemenang. Jika semua yang merasa baik pun saling serang dan tendang. Karena masing-masing ingin jadi yang paling terpandang. Padahal kejahatan mana bisa dikalahkan jika yang baik dengan yang baik saling ajak perang.

Kata kuncinya adalah kerjasama. Tanpa memandang siapa yang paling punya nama. Yang penting semua menjalankan fungsi dan perannya. Yang sudah diyakini, dialami, disenangi untuk dikerjakan selama hidup di dunia.

Memang sangat berat melepas apa yang sudah ada dalam genggaman nafsu. Merasa memiliki padahal semua datang ke dunia tanpa membawa materi dan energi baru. Apa yang diperoleh dalam kesadaran hanya perjalanan ruang waktu. Atas kehendak dariNYA Sang Maha Penentu.

(Visited 13 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.