Ke Mana Arah Dunia Saat Ini?

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Masa depan adalah hal yang gaib.

Ia belum tersentuh. Tidak juga terlihat mata dzohir. Penuh ketidakpastian. Sepertinya, yang pasti hanyalah kematian. Itu pun tidak ada yang tahu, dengan cara apa kita melewatinya.

Kita seringkali tertipu dengan masa kini. Seorang kaya raya, bergelimang harta. Seolah apa yang ia sentuh, semua jadi emas. Yang diusahakan sepertinya mudah saja tercapai. Kemudian lupa ia akan ketidakpastian masa depan itu. Sewaktu Tuhan menimpakan musibah. Tak siap ia menghadapinya. Semua yang ada lenyap tak berbekas.

Seorang miskin, tak punya apa-apa. Hari ini makan, besok masih meraba. Dijauhi saudara, apalagi tetangga. Tiba-tiba ia diberi rizki yang tak disangka. Dalam sekejap jadi orang kaya raya. Banyak membantu sesama. Tak lupa juga ibadah.

Demikian banyak cerita bagaimana kehidupan berjalan.

Dan kini cerita dunia sedang berduka. Wabah Corona merebak di mana-mana – – pandemi istilahnya. Tiap negara beda bentuk, beda budaya, beda pemerintahan, beda juga cara menanganinya.

Dulu orang bilang, musibah ekonomi hanya menimpa sekelompok usaha saja. Kini hampir semua jenis usaha ikut merasakannya. Krisis ekonomi tahun 1998, ataupun 2008, hanya orang bermodal dan di sektor keuangan yang kena imbas. Saat itu UMKM masih bisa berjalan, dan memperbaiki ekonomi pelan tapi pasti.

Kini UMKM yang jadi andalan, yang biasanya tahan badai ekonomi, ikut terpuruk. Karena terbatasnya pergerakan. Bagaimana ekonomi rakyat berjalan kalau ketemu saja susah. Kalau dihimbau untuk tetap di rumah saja. Semata bukan pemerintah tega, ya karena nyawa lebih tinggi nilainya.

Walaupun itu bukan jawaban tepat juga. Karena boleh saja virus Corona tidak bisa menular cepat, sehingga banyak nyawa terselamatkan. Tapi dengan tidak berjalannya ekonomi, rakyat kecil di sekitor informal tidak bisa bekerja. Tidak bisa mendapat upah, tidak bisa membeli makan. Ya akhirny kelaparan. Meninggal juga.

Dan ini bukan hanya terjadi di negara kita. Tapi seluruh dunia. Bahkan di beberapa negara, kondisinya lebih memprihatinkan lagi. Negara besar, atau kecil sama saja. Saat pemerintahnya tidak siap, masyarakatnya juga tidak peduli, maka di sana pandemi seola menemukan sarangnya.

Lantas apa sebenarnya di balik semua kejadian ini. Adakah Tuhan sedang mencoba memberikan pertanda? Untuk perisitiwa yang akan terjadi? Ataukah ini sebagai hukuman? Dari perilaku manusia yang sudah kelewat batas ampunan?

Kita sepertinya hanya bisa menebak, mengambil hikmah, dan introspeksi. Apa pun tujuannya, Allah tentunya punya skenario atas apa pun yang terjadi di dunia saat ini.

Tinggal kita selalu waspada, tetap dalam kesadaran penuh, tanpa melupakan ibadah dan kewajiban lain yang jadi tugas kita di dunia.

(Visited 39 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *