Kesadaran untuk Berdiam di Rumah

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Semuanya tentang kesadaran

Menurut sejarahnya, belum ada pandemi yang menyebar ke hampir seluruh Negara, dengan waktu bersamaan seperti Covid-19 ini. Dulu pernah ada penyakit yang membunuh jutaan manusia, tapi hanya di wilayah tertentu saja.

Dilihat dari prosentase, sebenarnya 96% penderita yang sudah terinfeksi virus bisa disembuhkan. Walau agak lebih tinggi resikonya untuk yang berusia tua, sudah ada penyakit bawaan (jantung, diabetes, asma dll). Artinya dengan daya tahan tubuh yang baik, maka kemungkinan sembuh bisa lebih besar.

Yang menghawatirkan dari Covid-19 ini adalah pada kecepatan menularnya. Dan karena belum ada vaksin dan obatnya. Ini artinya, kita sekarang sedang berkejaran dengan waktu. Siapakah yang lebih cepat sampainya? Apakah kita lebih cepat menemukan vaksinnya? Atau virus yang lebih cepat menularnya.

Kurang besar dan kurang maju apa Negara-negara seperti: Amerika, Italia, Spanyol, Jerman dan lainnya. Dari segi kemajuan teknologi – – termasuk kesehatan di dalamnya. Mereka decade ini sedang di puncak performanya. Tapi menghadapi pandemi sekarang ini seolah mereka terseok-seok. Sebenarnya bukan karena kurangnya kemampuan, tapi kecepatan virus menyebarlah yang sulit dikendalikan.

Saat itu mereka lengah, seolah ini hanyalah wabah biasa. Dan hanya menonton saja saat Tiongkok berjibaku melawan virus ini. Mereka masih tetap beraktifitas, masih menerima orang dari luar masuk ke negaranya. Yang tanpa mereka sadari pendatang itu sudah membawa virus di dalamnya.

Awalnya bukan karena mereka tidak sadar, tapi alasan ekonomi adalah hal kedua yang membuat pembatasan ini sulit dilakukan. Mereka menyadari, jika pembatasan social dilakukan (kantor, sekolah, kegiatan keagamaan) diliburkan, maka akan berdampak besar pada ekonomi.

Tapi pada akhirnya pembatasan social pun harus dilakukan, dan ekonomi pun ikut hancur juga. Jika saja sadarnya ini sedari awal, bahwa pada akhirnya ekonomi akan tetap turun. Kenapa tidak dilakukan lockdown dari awal saja. Seperti di Tiongkok misalnya, 3 bulan semua aktifitas di luar rumah dihentikan, maka virus pun berhenti juga menyebarnya. Setelah itu ekonomi bisa kembali dibangun.

Jadi bagi kita, yang penting saat ini adalah bagaimana agar kita bisa memutus rantai penularan itu. Caranya yaitu dengan berdiam diri di rumah. Jika pun harus terpaksa keluar, maka gunakanlah masker, dan jaga jarak aman dengan orang lain. Dan saat kembali ke rumah, cucilah tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Inilah yang harus jadi catatan, Untuk negeri kita.

(Visited 11 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *