Komentar Aneh

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Kenapa hal yang jelas merusak tetap dibiarkan? Pertanyaan yang sudah pada tau jawabannya. Atau ada yang setengah tau. Atau bahkan ada yang belum tau ke mana arahnya.

Jelas saja arahnya sesuai dengan judul. Mungkin sudah ada yang mengira ke arah judul. Tapi belum pasti karena tidak spesifik. Walau sebenarnya spesifik pun tak terlalu diperlukan.

Karena apa pun medianya, hal yang tak baik sepatutnya diberangus. Minimal dihambat perkembangannya.

Komentar aneh. Bisa lebih detail: komentar yang membuat perpecahan. Berakibat adu mulut (dalam bentuk tulisan). Saling bantah, saling hujat di kolom komentar.

Menghabiskan waktu saja. Berefek negatif juga. Namun yang pertama berkomentar negatif sepertinya harus diedukasi duluan. Karena yang menyanggah/lawan bisa sebagai akibat saja.

Tapi bisa saja yang bermasalah adalah obyek yang diperdebatkan itu. Sebagai penyebab komentator negatif pertama mengajukan keberatannya.

Atau bisa saja karena kebebasan berpendapat yang tak diberi batasan. Atau bisa juga karena hukumnya yang berat sebelah. Yang satu sisi bisa dihukum serius. Sisi lain tidak.

Kenapa gak dimonetise saja kolom komentar itu. Kalau tidak, sekalian fiturnya dihilangkan.

Tapi ini jelas ditolak yang punya media. Karena dengan ramainya komentar, medianya juga jadi lebih rame. Cuan mengalir deras. Ujung-ujungnya duit lagi.

Sungguh kondisi yang tak sedap dipandang. Tak enak diperhatikan.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.