Menyumbang Saran

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Tentu saja ini pantas dilakukan. Bahkan lebih dari itu, bisa menjadi wajib dilakukan. Saat kepentingan demi lestarinya kehidupan dipertaruhkan. Oleh kita yang peduli dan memutuskan bertindak sesuai kebutuhan.

Saran bisa dilakukan antar individu. Bisa pula oleh rakyat pada pemimpinnya. Lebih jauh antar negara. Dan bisa saja lintas agama/kepercayaan.

Namun tak semua orang bisa menerima saran. Bahkan jika itu terjadi pada seorang papa yang sudah kadung terbiasa dengan kekurangan. Bukan saja tergantung pada seberapa penting isi saran tersebut. Tapi juga bagaimana cara saran ini disampaikan.

Seberapa benar isi, dan seberapa baik cara menyampaikan saran. Jangan harap kita bisa menyampaikan masukan pada mereka yang sudah merasa benar. Apalagi yang merasa paling benar sendiri.

Karena yang ada pada pemikiran mereka. Adalah anggapan bahwa kebenaran ada di pihaknya. Kalau sudah demikian maka yang tak sependat dengannya tentu ada sebagai pihak lawan. Dan lawan kebenaran adalah kesalahan. Maka mereka pun tentu akan menganggap yang bersebrangan dengannya adalah kesalahan.

Dan pihak yang dipersalahkan tentu mereka pun menganggap dirinya yang benar. Berdasarkan persepsinya juga. Maka tak heran mereka yang berebut kebenaran akan saling bermusuhan. Bukan hanya pada tataran psikologi, bahkan bisa sampai pada peperangan yang mengakibatkn korban jiwa.

Kesadaran untuk memahami: bahwa perbedaan adalah hukum kehidupan, mungkin bisa menjadi solusi. Namun untuk bisa menyadari hal ini tentu bukan perkara mudah. Bekal pengetahuan, juga pengalaman harus sudah jadi syarat utama. Dan pemerataan pendidikan formal/informal adalah jalan terbaiknya.

(Visited 7 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.