Langkah Awal Perbaikan

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

“Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar: 53-54)

Sekarang ini adalah malam Nisfu Sya’ban. Mari kita mengambil hikmah darinya. Sesuai dengan keyakinan kita masing-masing.

Taubat adalah kuncinya. Untuk memulai langkah perbaikan. Dari yang sebelumnya jauh dari jalan kebenaran.

Akan sulit sekali taubat dilakukan. Jika tak tahu apa yang menjadi pokok kesalahan. Maka introspeksi diri adalah keharusan.

Seseorang yang disadari oleh sesamanya jauh dari kebaikan. Saat ada dorongan kuat untuk bertaubat mungkin akan mudah melakukannya.

Jika dirinya sendiri tak tahu harus berbuat apa untuk mengubah keadaan. Setidaknya orang alim di sekitar bisa memberikan arahan.

Justru yang lebih berbahaya adalah orang yang merasa sudah benar. Apalagi merasa paling benar dari yang lain.

Jangankan ada kesadaran untuk memperbaiki diri dari kesalahan. Yang ada, perasaan benar sendiri lebih condong menjerumuskannya pada kesombongan.

Semoga setelah ini kita lebih mawas diri. Sehingga segala dosa kita diampuni. Kemudian teguhkan tekad bersama untuk berbuat lebih baik lagi. Bersatu membangun peradaban yang lebih manusiawi. Sesuai tuntunan Ilahi Rabbi. Aamiiin 🤲

(Visited 25 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.