Menahan Amarah

Tahanlah ledakan amarahmu. Jika tak ingin kau dijauhi. Bukan hanya orang jauh. Bahkan yang terdekat denganmu.

Lihatlah sebuah papan kayu. Jika paku itu sudah tertancap. Sulit sekali untuk melepasnya. Jika sudah terlepas pun. Rasanya sulit untuk mengembalikan ke kondisi semula. Di sana akan terdapat lobang. Yang tak bisa ditutup.

Orang yang sudah kena marah. Oleh suatu sebab. Tak mungkin akan lupa rasa sakitnya itu. Oleh waktu yang lama sekali pun. Saat sudah memaafkan pun. Memori itu akan tetap ada. Membekas di sanubarinya.

(Visited 11 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *