Rahasia Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4, Berbagai Pekerjaan

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4, Berbagai Pekerjaan Halaman 54 – 55

Ayo Berdiskusi

Ayah bekerja sebagai seorang nelayan tradisional.

Ayah tinggal di kampung nelayan.

Ayah pergi melaut pada malam hari.

Ayah membawa sampan dan jaring untuk pergi berlayar.

Saat berlayar, Ayah harus menghadapi ombak dan badai di laut.

Karena hanya menggunakan sampan, Ayah tidak dapat pergi melaut terlalu jauh.

Tangkapan ikan Ayah kadang banyak kadang sedikit.

Semua bergantung pada cuaca.

Sampan Ayah tidak bermesin.

Ayah tidak perlu membeli bahan bakar.

Aku mendengar sekarang ada nelayan yang modern.

Kapalnya lebih besar dan menggunakan bantuan mesin sehingga tidak mudah terguncang ombak.

Kapal ini menggunakan mesin sehingga memerlukan bahan bakar.

Banyak pemilik kapal tidak memedulikan penggunaan bahan bakar.

Ada yang boros sehingga mencemari lingkungan perairan.

Mereka bisa berlayar ke laut lepas sehingga tangkapan ikannya banyak.

Alat penangkap ikan mereka berupa jaring dan juga radar yang bisa mendeteksi kumpulan ikan, bahkan ada yang menggunakan bom.

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan?

Jawaban:

Mereka menggunakan sampan dan jaring untuk pergi berlayar.

2. Apa yang digunakan oleh nelayan modern untuk menangkap ikan?

Jawaban:

Mereka menggunakan kapal besar yang menggunakan bahan bakar.

Mereka berlayar ke laut lepas dan menangkap ikan jaring dan radar pendeteksi ika.

Mereka juga menggunakan bom.

3. Tulislah persamaan dan perbedaaan dari nelayan modern dan tradisional dalam diagram Venn berikut!

Jawaban:

Persamaan:

– Sama-sama menangkap ikan di laut

– Menggunakan jaring untuk menangkap ikan

– Menghadapi badai dan ombak di laut.

Perbedaan:

– Nelayan tradisional menggunakan sampan, nelayan modern menggunakan kapal.

– Nelayan tradisional menangkap ikan di daerah sekitar pantai, nelayan modern bisa sampai ke tengah laut.

– Nelayan tradisional menggunakan tenaga angin untuk menggerakan kapal, nelayan modern menggunakan tenaga mesin.

– Hasil tangkapan nelayan tradisional lebih sedikit, nelayan modern hasilnya lebih banyak dibanding nelayan tradisional.

– Nelayan tradisional tidak menggunakan radar untuk mengetahui kumpulan ikan, nelayan modern menggunakan radar.

4. Menurutmu apa yang akan terjadi dengan laut jika semua nelayan menggunakan perahu besar dan perlengkapan modern?

Jawaban:

Jika nelayan menggunakan perahu besar dan perlengkapan modern akan mengakibatkan penangkapan ikan yang berlebih, ikan yang masih kecil ikut ditangkap sehingga perkembangan jumlah ikan terganggu.

Selain itu penggunaan peledak dan racun juga dapat merusak ekosistem laut.

Akibat penangkapan ikan yang berlebih dapat mengakibatkan produksi perikanan terus menurun setiap tahunnya, hilangnya beberapa jenis tangkapan, dan kondisi terumbu karang buruk.

5. Bagaimana seharusnya para nelayan mencari ikan supaya kelestarian ekosistem tetap terjaga?

Jawaban:

Sebaiknya nelayan menangkap ikan tidak bom, racun, dan pukat harimau, tetapi menggunakan alat-alat penangkap ikan yang ramah lingkungan.

Aku cukup sedih melihat sekarang ini banyak yang menangkap ikan dengan pukat harimau dan bahan peledak.

Pukat harimau adalah jaring sangat besar yang dapat menjaring semua makhluk hidup laut.

Bom ikan adalah bahan peledak untuk menangkap ikan.

Cara ini dapat menyebabkan hancurnya terumbu karang dan habitat ikan.

Apakah kamu setuju dengan pengambilan ikan dengan cara di atas? Jelaskan!

Jawaban:

Tidak, Karena pukat harimau adalah jaring sangat besar yang dapat menjaring semua makhluk hidup laut dan Bom ikan adalah bahan peledak untuk menangkap ikan.

Apakah akibat buruk yang akan terjadi jika pengambilan ikan menggunakan cara di atas?

Jawaban:

Akibat buruk yang ditimbulkan penggunaan bom dan pukat harimau adalah menyebabkan hancurnya terumbu karang yang menjadi habitat ikan.

Penggunaan pukat harimau menyebabkan ikan-ikan kecil ikut terjaring sehingga kelangsungan hidup ikan terancam.

(Visited 3.512 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *