Sambil Lalu

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Begitulah adanya. Jika ketidakpedulian melanda. Siapa saja yang mengalami peristiwa. Yang semestinya mendapat perhatian lebih.

Bisa jadi itu adalah kebiasaan. Yang dihadapi oleh siapa pun orangnya. Dengan tidak terlalu memberi perhatian lebih. Pada apa pun yang terjadi di sekitarnya.

Ada banyak sebab hal itu bisa terjadi. Bisa karena keluarga dan lingkungan mengajarkan demikian. Atau karena dirinya sendiri yang serba kekurangan. Sehingga jangankan memperhatikan sekitar, dirinya sudah sibuk untuk mencari cara bagaimana besok bisa makan.

Sedangkan jika ketidakpedulian itu terjadi pada mereka yang serba kecukupan. Bisa jadi karena ia terlalu sibuk mengurusi hartanya. Tak mau membuang waktunya untuk sesuatu yang tak menguntungkan dirinya. Atau berbagai alasan normatif lainnya.

Dari dua sudut pandang tadi. Sebab utamanya mirip. Yaitu kepentingan diri-ego masing-masing. Belum lagi kalau sudah berkembang ke ego komunitas. Suku, Agama, Ras, Antargolongan.

Ego komunitas/sektoral tak kalah berpengaruh dibanding ego pribadi. Sama menhijab kebenaran. Ada banyak peristiwa seseorang yang tak mau membantu sesama yang kesusahan. Karena yang perlu bantuam berbeda “SARA” dengan dirinya.

Sungguh carut marut yang harus segera diselesaikan dari mulai titik pangkalnya. Sebab jika tidak, kesemerawutan bisa tambah menjadi-jadi. Yang bisa mengganggu perasaan. Bahkan keberlangsungan kehidupan.

(Visited 2 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.