Bahaya yang Tersembunyi Merawat Penderita di Rumah

Tiap negara saat ini menerapkan cara berbeda untuk mengantisipasi penyebaran Corona. Belajar dari Tiongkok yang berhasil menahan laju penularan dengan menerapkan lockdown selama 3 bulan. Beberapa negara ada yang menerapkan cara yang sama, tapi ternyata hasilnya berbeda.

Ada juga negara yang tidak menerapkan lockdown, tapi berhasil mengurangi penularannya. Tanpa bermaksud untuk meramaikan atau saling salah menyalahkan antar berbagai pendapat itu. Terutama kalau sudah dikaitkan dengan politik, maka antar pengamat dan pemerintah sendiri saat ini sedang saling melempar sindiran. Maka saya akan mencoba menganalisa dari beberapa fakta yang mungkin bisa diterima.

Jika dilihat dari cara penanganannya, Tiongkok berhasil menerapkan lockdown karena kedisiplinan semua pihak. Baik pemerintah maupun warganya. Tentu juga didukung oleh finansial yang cukup, juga dukungan teknologi yang sudah maju. Teknologi yang dimaksud di sini penggunaan big data dengan menggunakan aplikasi yang diunduh oleh masing-masing warga.

Di negara lain, contohnya Italia kebijakan lockdown ini ternyata tidak seberhasil yang dilakukan Tiongkok. Pada saat Dokter Tiongkok yang diperbantukan ke sana melihat, ternyata warga Italia masih banyak yang keluyuran di jalan. Berinteraksi seperti biasanya. Padahal yang namanya lockdown seharusnya semua warga berdiam di rumah, dan pemerintah menyediakan kebutuhan semua warganya.

Kemudian ada analisa lain, bahwa di sebagian negara ada juga yang merawat pasien hanya yang sudah kritis saja. Untuk yang sudah terpapar tapi masih menunjukkan gejala ringan, maka mereka mengisolasi sendiri di rumah. Ini dilakukan bisa jadi karena kapasitas rumah sakit yang kurang.

Tapi justru di sinilah masalahya. Walau diterapkan lockdown sekalipun, artinya setiap penduduk tidak boleh keluar rumah. Tapi jika penderita bergejala ringan dirawat di rumah, itu akan berpotensi menularkan virus ke anggota keluarga yang lain. Kita tentu tahu, dokter dan perawat di rumah sakit saja bisa terpapar walaupun menggunakan peralatan kesehatan yang lengkap. Apalagi anggota keluarga yang tidak tahu caranya menangani penyakit seperti ini.

Semoga saja bencana ini segera berakhir.

(Visited 20 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *