Bersyukur dari Kegagalan

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pernahkah kamu mengalaminya?

Jika belum, mungkin esensinya pernah kamu rasakan. Melihat, atau memahaminya. Melalui kehidupan orang lain, atau bahkan dari sebuah film?

Pada dasarnya tidak ada yang menghendaki itu. Kegagalan. Apalagi bersyukur dengannya. Tapi untuk suatu peristiwa, bisa jadi kamu bukan hanya bersyukur. Bahkan hidupmu bisa berlanjut karena itu.

Kapan itu terjadi?

Saat kamu gagal datang tepat waktu di bandara. Sehingga tertinggal pesawat. Yang kemudian penerbangan itu misalnya berakhir bencana, pesawat meledak di udara.

Itu satu contoh, bahwa keberhasilan belum tentu berakhir keberuntungan. Dan pastinya kamu memahami esensi dari contoh di atas. Atau bahkan pernah mengalaminya.

Itu mengisyaratkan, bahwa Tuhan punya kehendak atas kejadian apa pun di dunia. Apa yang nampak di depan mata, belum tentu sesuai dengan yang kita pikirkan. Apalagi hal yang gaib.

Di sana keimanan akan menemukan tempatnya. Memperkuat akar, dan mengokohkannya.

Artinya, jangan dulu kecewa terhadap apa pun. Yang menimpa kita. Keberhasilan dan kegagalan adalah alur dari cerita kehidupan. Yang Tuhan buat dengan rencana yang sempurna.

Motivasi yang meledak dalam dadamu, siapa yang memunculkannya? Hormon apa yang bekerja? Makanan apa yang disantap? Keteraturan atom siapa yang menyusun? Siapa juga yang mendukung niatmu? Keinginanmu? Siapa juga yang menggerakkan hati mereka? Dan kenapa kamu tidak mengalami kecelakaan saat sukses menggapai keinginanmu itu?

Lantas kalau begitu? Dimana akan muncul kesombongan? Di mana akan muncul kesedihan? Di mana akan muncul ketakutan?

Tugasmu, adalah merasakan hasrat itu. Yang ada dari kedalaman jiwamu. Hasrat kebaikan, yang mestinya muncul dari kedewasaan dan pemahaman. Lakukan itu dengan sebaik mungkin, semaksimal yang bisa dilakukan.

Hasilnya, engkau pun sudah tahu. Itu Tuhan yang menentukan. Setelahnya kau hanya perlu bersyukur. Atau tawakal. Tergantung dengan apa hasil yang kau peroleh.

Yang kurang pantas dilakukan. Hanya berdiam diri saja, menunggu rizki turun dari langit. Langsung ke pangkuanmu. Memang siapa kamu?

(Visited 36 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *