Harusnya Nomor 1, Kenyataannya?

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Negara kita itu harusnya nomor 1 di dunia. Dengan segala potensi yang ada di dalamnya. Dan dengan Pancasila kita sudah membuktikan kerukunan itu tercipta. Dan mungkin saja segala potensi ini membuat iri “pihak-pihak” yang ada di “luar sana”

Sehingga ada saja isu-isu yang dimunculkan. Untuk agar kegaduhan itu seolah diciptakan. Sehingga kita sibuk dengan hal yang tidak perlu. Dan mereka asyik mengeruk harta kita tanpa terganggu.

Kita sudah belajar banyak belajar seharusnya. Dari jaman penjajahan pun politik divide et impera itu sudah ada. Atau bahasa kitanya politik memecah belah. Apa pun kalau sudah dibelah ya mudah kalah.

700 lawan 1000 siapa yang menang? Tentu saja 1000 jika merujuk pada hal yang sewajarnya. Jika syarat dan kondisi yang lain seimbang dan tak jauh bedanya. Tapi jika yang 1000 itu dibelah dua, jadi 500 masing-masing sisanya. Maka yang 700 akan menang mudah saat sudah pada kondisi itu.

Bahkan tak perlu yang 700 itu melakukan peperangan langsung. Cukup ia buat yang 500 dan 500 itu perang sendiri dengan saudaranya. Maka ia dengan tanpa banyak pengorbanan dapat mengambil keuntungan dengan mudahnya.

Mungkin kamu-kamu tahu apa yang paling mudah memicu perselisihan di antara kita? Tentu banyak yang sudah tahu dan fakta demikian terbuka. Namun anehnya, walaupun pelajaran seperti itu banyak yang membahas dan mengingatkan. Nyatanya energi bangsa kita banyak habis untuk sesuatu yang bahkan sudah masuk di kesadaran.

Lantas bagaimana kalau musuh menghancurkan pelan-pelan dengan sesuatu yang tanpa kita sadari?

(Visited 32 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.