Sampai Kapan Perjuanganmu, Sudahkah Dimulai?

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Kelihatan percuma saja. Di jaman bolak-balik ini seperti itulah adanya. Kamu mau berbuat baik seperti apa pun. Kesabaranmu akan diuji tanpa ampun.

Jangankan kebaikan dilakukan dengan melawan arus. Mau dengan cara ngikutin arus pun bisa ikut tergerus. Karena orang-orang pada mikirin diri sendiri. Kalau dirinya tak merasa terbagi, maka akan membiarkanmu berjuang sendiri.

Apalagi kalau yang kamu ajak merasa punya keistimewaan diri, ada punya ciri yang orang-orang cari. Makin terlihat ada sesuatu yang unggul darimu, maka makin dalam ia membenci. Bukan karena ia tak tau bahwa persatuan itu adalah kunci mewujudkan visi dan misi. Tapi tak kepalang tanggung besarnya ia punya iri dengki.

Walaupun tak semua pemerhatimu melakukan itu. Tentu ada juga yang mendukung meski tanpa langsung menghadapmu. Mereka ikut berjuang dengan mengungkap kata-kata kiasan. Yang kadang membuatmu heran, itu perangkap atau tanda ngajak berteman.

Sekarang biarlah, mau ada yang dukung atau tidak terserah mereka. Kamu kan berjuang juga buat kebaikan semua. Kalau yang mau dikasih tak mau juga terima. Cukuplah kebahagiaan untuk diri dan keluargamu saja.

Ketentuan Tuhan itu takkan tertukar atau tergantikan. Yang akan jadi ini dan itu, melalui cara begini dan begitu sudah IA rencanakan. Cukup usaha dan doa yang kamu perjuangkan. Sisanya biarlah Tuhan yang akan membuktikan.

Hanya saja kamu jangan mengeluh apalagi putus asa. Sekali tak berhasil, terus kamu langsung bubarkan asa dan cita. Kalau itu namanya bukan kesatria bermental baja. Yang betul itu, sekali gagal terus ulang dan ulang lagi sampai berhasil, atau nafasmu tak tersisa.

(Visited 19 times, 1 visits today)
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.