Ingat Akibat

Mungkin, surga dan neraka saat ini tak lagi jadi penentu utama perilaku manusia. Buktinya, angkara murka merajalela. Saling hina, saling caci, sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin yang jadi pertimbangan manusia saat ini. Bagaimana harta bertambah? Bagaimana kekuasaan memberikan kenyamanan? Bagaimana pujian orang terus diumbarkan? Walau harus mengorbankan kepatutan.

Sebenarnya apa yang bisa menjadikan manusia takut? Yang bisa menjauhkan mereka dari sifat tak pantas itu? Haruskah kemukjizatan para nabi ditunjukkan kembali? Atau para wali harus unjuk diri semua memeprlihatkan karomahnya?

Jika memang keajaiban-keajaiban itu harus dimunculkan. Apa orang-orang itu sudah siap memilahnya? Jangan-jangan mereka tambah sesat. Bisa jadi kemusyrikan malah makin mencuat. Sebab, kadang keajaiban adalah tipu daya syetan. Kesaktian jadi ajang pamer kekuatan, karena didapat dari jalan yang dilarang Tuhan.

Kalau saja akibat ditunjukkan langsung saat baru berbuat. Baru, itu yang mungkin jadi pertimbangan mereka. Tapi, kalau itu kejadiannya. Dari mana Tuhan akan menguji keimanan manusia? Kepercayaan bahwa Tuhan selalu menyertai mereka. Yang seharusnya membuat mereka malu dan takut saat berbuat maksiat. Atau jadi rebutan untuk berbuat kebaikan.

Dunia memang demikian adanya. Tiap masa ada keanehannya. Yang membuat asyik untuk ditonton. Bagi mereka yang meyakini itu sekedar senda gurau semata.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *