Kegiatan Belajar di Rumah

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kesadaran untuk belajar yang harus ditingkatkan. Bukan terus mengeluh pada kondisi yang ada. Karena walau bagaimana pun, kita tidak dapat mengubah sesuatu yang sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah, kembali berjuang untuk mengisi dan menata kembali masa depan.

Adik-adik pelajar harus sadar betul, bahwa belajar itu untuk kamu sendiri. Orang tua dan guru menyuruhmu belajar, sebagai bukti bahwa mereka sayang padamu.

Memang berat dan banyak sekali godaan untuk belajar itu. Senangnya bertemu teman di sekolah untuk sementara hilang dalam hidup kalian – – karena Corona ini. Belajar di rumah pun punya tantangan tersendiri. Apalagi kondisi di rumah yang mengurangi konsentrasimu.

Tapi rasa malas dan beratnya perasaanmu harus segera kalian enyahkan. Jika tidak ingin kalian membuang waktu dengan percuma. Waktu lewat artinya lewat juga kesempatanmu memasukan pengetahuan ke otak.

Padahal kalian tahu sendiri, tidak mungkin pelajaran yang demikian banyaknya bisa sekaligus masuk ke otak. Perlu ada proses panjang untuk melakukan itu. Jika proses itu ada yg kalian lewatkan, maka itu artinya ada pelajaran yang tidak secara sempurna kalian serap.

Saat ada pelajaran yang tidak sempurna kalian serap, maka bagaimana kalian bisa melewati ujian dengan baik? Selanjutnya bagaimana kalian bisa masuk ke sekolah yang favorit? Atau kampus favorit? Ujungnya bagaimana kalian bisa bekerja di tempat yang lebih baik? Penghasilan yang lebih baik? Kehidupan yang lebih baik?

Ujung proses kehidupan itu harus kalian persiapkan dari sekarng. Kalau sudah di ujungnya kalian lantas menyesal, itu sudah sulit lagi untuk kembali. Atau menata ulang program kehidupan itu.

Banyak yang beralasan, kemampuan akademik tidak berkolerasi langsung dengan keberhasilan hidup. Mungkin buat sebagian orang iya, tapi lebih banyak tentunya yg berkaitan. Setidaknya saat ilmu sudah tersimpan banyak di otak, maka apa pun yang terjadi bisa kalian sikapi dengan lebih bijak.

Kata “bijak” ini tidak serta merta muncul dalam perasaan tiap manusia. Ia adalah hasil dari proses pendewasaan pikiran. Buah dari ribuan koneksi berbagai ilmu dan pengalaman hidup yang sudah dijalani. Yang akan membawamu pada kebahagiaan yang hakiki.

Bukankah kita sering dihadapkan pada contoh. Kebahagiaan tidak dimonopoli oleh mereka yang kaya, berparas rupawan, atau menterengnya jabatan. Rasa bahagia itu milik siapa saja mereka yang hatinya terkondisikan untuk merasakan itu.

Kemiskinan tidak akan menghalangi perasaan itu. Buruk rupa dan kondisi sosial juga tidak akan bisa mengganggunya. Sepanjang kalian sudah mengerti apa arti kebahagiaan, dan darimana datangnya perasaan itu.

(Visited 34 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *