Meniru Guru

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:

Kamu janga terlalu umbar nafsu. Bahkan dengan kepandaianmu yang bejibun itu. Sebab tak mungkin kau bisa begitu. Jika guru tak membantumu saat menyerap ilmu.

Telah berubah jaman demikian cepat. Dulu aku dan teman-teman sejamanku, yang karena dekat menjadi sahabat. Masih mengalami belajar dengan lampu minyak, yang asapnya membuat hidung tersumbat. Yang bulu hidungku sampai terlihat hitam mengkilat.

Kalau bukan karena ingin belajar. Dan semangat menyerap ilmu sekaligus belajar benar. Mungkin sudah dari dulu aku terkapar. Tak sekalipun mengejar diri menjadi tenar, cukup harapanku hati menjadi sabar.

Karena semangat dari guru aku semakin rajin. Menyerap ilmu dan memahaminya sebisa mungkin. Agar yang kudapat bukan hanya ilmu panas dan dingin. Tapi segala yang ada bisa dipahami sampai haqqul yaqin.

Yang sudah kita alami adalah sejarah yang tak bisa diubah. Jika mau, ubahla akhlakmu sekarang agar masa depan lebih mudah. Bukan mudah hanya sekedar bisa tampil berbadan gagah. Tapi gagahnya mentalmu saat membela kaum yang lemah.

Jangan lupa nasihat gurumu. Bukan guru yang hanya berbekal ilmu untuk menipu. Tapi guru yang pantas untuk digugu dan ditiru. Yaitu mereka yang sudah kenal Sir nya Qalbu.

Guru meuntunmu lewat mengaji atau bahkan yang tanpa bunyi. Gelombang bunyi yang kadang diketahui dalam keramaian, atau saat kau ada dalam sunyi. Sebentuk sunyi yang mengungkap jati diri. Sejatinya diri yang bisa diungkap oleh kesucian hati.

Atau mungkin engkau mendengar istilah lain, tanpa huruf dan suara. Sesatu yang kadang datang tanpa diundang atau diduga. Menyelinap dalam rasa yang sudah diolah sedemikian rupa. Dalam kehidupan yang di sana ada duka sekaligus canda tawa.

Kini engaku sudah besar sekaligus dewasa. Dewasa untuk mengambil hikmah dari segala yang ada. Ada dan tiada yang bashirohmu bisa melihatnya. Melihatnya dalam kesadaran dan keridhoanmu atas segala kehendakNYA.

Bergerak, bergeraklah ikuti petunjuk guru sejatimu. Jangan terpengaruh bisikan yang merajakan nafsu apalagi menjauhkan dari Tuhanmu. Negara dan duniamu sudah demikian rindu. Menyambutmu menata peradaban baru yang penuh keadilan dan kesejahteraan itu.

Selamat Hari Guru 🙏😊❤️

Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *