Ngobrol Sendiri

Coba tanya pada diri sendiri. Tapi sebelum itu, sesuaikan dulu suasananya. Kondisinya, atau segala sesuatunya. Agar saat kalian mengobrol, tak ada yang mengganggu.

Perlu kau ketahui, selain Allah, tentu engkau lebih tahu apa yang ada dalam dirimu. Segala peristiwa yang kau alamai. Kelebihanmu, juga kekuranganmu.

Untuk testing, coba kau tanya orang sekelilingmu. Atau orang terdekatmu. Tentang apa kelebihanmu, atau kekuranganmu. Jika engkau terbuka atas kritikan orang, tentu proses itu tidak akan menemukan kendala yang berarti.

Engkau pun akan mendapat masukan saat orang menyampaikan kekuranganmu. Yang bisa kau perbaiki jika kau setuju dengan itu. Pun juga kamu bisa meningkatkan lebih lagi. Jika ada kebaikan yang dinilai dan dirasakan orang yang kau tanya itu.

Tapi tentu itu semua hanya sepersekian dari fakta yang sebenarnya. Yang lebih lengkap dan lebih tahu itu dirimu sendiri. Kapan saat yang tepat harus maju? Atau di mana sesuatu harus dimulai? Perasaan dan instingmu akan memberi nasihat dengan komprehensif. Jika kamu mau mendengarkan nasihatnya.

Maka, cobalah sempatkan untuk membuka obrolan itu. Di tengah keheningan malam. Atau di sekitar deburan ombak pinggir pantai. Tanpa ada yang tahu, dan memperhatikanmu. Bahkan jika perlu, siapkan waktu selama yang kau perlukan. Sampai jawaban itu datang dengan sendirinya.

(Visited 11 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *