Pulang Menjemput Impian

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ada rasa kehilangan saat meninggalkan ruangan itu. Walau hanya 2 malam menempatinya. Ingin rasanya terus mengikuti kegiatan bersama Buya. Tapi walau bagaimana, aku adalah pencari nafkah. Yang masih belum merdeka dari harta. Dan aku pulang sekarang untuk menjemput kemerdekaan itu.

Merdeka dalam arti sebenarnya. Yang InsyaAllah akan tiba pada saatnya. Sewaktu tak perlu lagi bejibaku untuk mencarinya. Tapi harta itu yang datang sendiri kepadaku. Walau tentu tidak dengan mudah menggapainya.

Harus kubangun usahaku dengan benar. Kurekrut karyawan yang benar. Membangun sistem yang benar. Sehingga semuanya berjalan dengan benar.

Benarnya jalan itulah yang kan membawa kemerdekaan itu. Di saat karyawan dengan senang hati bekerja. Karena mereka pun mendapat rizki dari pekerjaannya. Dan dengan suasana kerja yang senyaman-nyamannya. Di saat itu pula tanpa banyak tenaga dan waktu. Aku bisa menggunakan kebebasan itu untuk hal yang lebih berguna.

Menjemput asa yang tertunda. Bersama keluarga dan siapapun yang mampu. Medayagunakan alam ciptaanNYA. Dalam setiap bentuk perwujudannya.

(Visited 36 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *