Disaat Menyerah Menjadi Pilihan Yang Tepat

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mungkin judul ini agak kontradiktif dengan pepatah “jangan pernah menyerah!! “
Sebelum menyimpulkan judul diatas, mari kita simak sepenggal cerita berikut ini:
Dikisahkan ada 2 orang sahabat, yang masing2 mempunyai pekerjaan dan karakter yang berbeda. Rohman, begitulah ia disapa. Ia sehari-hari bekerja menggali emas, yang kadang ada hasil atau gak dapat apa-apa sudah biasa. ia mempunyai sifat rendah hati juga pekerja keras. Dan sahabatnya ialah Rohim, bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Sifatnya kebalikan dari Rohman, ia mempunyai sifat angkuh karena merasa sudah mempunyai pekerjaan tetap dan mapan. Namun keduanya tetap akrab karena memang sudah berteman sejak kecil.
Suatu hari si Rohim ini sangat penasaran dengan apa yang dikerjaan sahabatnya, Rohman. Ia mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan emas, cara mencarinya, dll. “gw mau nantang si Rohman ah, gw bakalan buktiin kalo orang kantoran kaya gw juga bisa ngerjain pekerjaan fisik yang berat kaya dia” ucapnya dalam hati.

Kemudian ia mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan emas, cara mencarinya, dll. Setelah dirasa cukup paham, Lalu bergegaslah ia pergi ke tempat sahabatnya karena kebetulan juga hari itu lagi libur kerja.
Setelah sampai ditempat sahabatnya, “hei cuy!! Gw punya ide nih, gimana kalo gua nyobain ikut kerja gali emas sama kaya lu hari ini. Gua mau buktiin kalo gua juga bisa dong,” ucap Rohim. Sontak Rohman kaget, “seriusan lu?? Bahaya lho, ” ungkapnya. Iya seriuslah, udah ayo buruan mumpung libur nih gw.” Rohman pun sebagai sahabatnya menyetujui dan berangkatlah mereka ke tempat penggalian.
Sesampainya disana merekapun segera melakukan persiapan. Rohim mengusulkan untuk menggali ditempat yang berbeda dan menantang sahabatnya, “oy, gw usul gimana kalo kita gali ditempat yang berbeda. Siapa yang duluan dapetin emas maka yang kalah harus jadi pelayan selama sebulan, gimana?” tanya Rohim. “iya iya deh ayolah” ucap si Rohman yang sudah tahu karakter sahabatnya itu.
Rohman yang sudah berpengalaman sebelumnya memberitahu kepada sahabatnya langkah dan syarat apa saja yang harus dilakukan, namun si Rohim mengacuhkan saran dari sahabatnya tersebut karena ia merasa sudah paham dengan apa yang dipelajari sebelumnya.
Dan mulailah penggalian dengan harapan bisa menemukan emas yang dicarinya. Setelah beberapa meter penggalian kedalam, Rohman merasa ada yang janggal. Ia mulai mencium bau gas metana, salah satu gas yang sangat berbahaya. Ditambah hari sudah mulai sore maka ia berniat menyudahi penggaliannya tersebut dan keluar.


Lain halnya dengan sahabatnya, Rohim. Ia tidak menyadari bahwa ia di wilayah yang berbahaya karena ia tidak tahu bau gas seperti apa hanya mengandalkan teori yang ia pelajari saja.
Rohman sudah mulai khawatir lalu ia mencoba masuk karena ia tidak tega dan takut terjadi apa-apa terhadap sahabatnya tersebut. Tidak lama kemudian sampailah ia ke tempat dimana sahabatnya berada.
Ia membujuk sahabatnya untuk menyudahi penggaliannya itu karena terdapat gas yang berbahaya didalamnya. Rohim kaget dengan kedatangan temannya, “lu ngapain ke tempat gw, mau ngambil tempat gua ya??” tanyanya. “Elaahh, justru gw mau ngasih tau kalo kita ini ditempat yang berbahaya, kita harus segera keluar. Lagian juga hari udah mulai gelap nih!!” tegas si Rohman. Tapi Rohim mengacuhkan ajakan sahabatnya tersebut, ia tidak percaya dan tetap berambisi untuk meneruskan penggaliannya karena merasa sahabatnya membohongi dia dan yakin bahwa tempat emasnya berada sudah sangat dekat.
Setelah berkali-kali membujuk dan sempat bertikai juga, akhirnya Rohman pun terpaksa menyerah lalu kembali keluar. Dan si Rohim tetap bersikeras melanjutkan galiannya tersebut.

Efek ledakan gas metana ditempat penambangan

Semakin lama bau gas semakin menyengat dan iapun mulai lemas karena kehabisan oksigen.
Lalu..
Tidak lama kemudian akhirnya iapun kehabisan nafas dan meninggal. Ya, ia meninggal karena keteguhan dalam ketidaktahuannya. Kalau dalam bahasa sundanya “bodo katotoloyo”, silahkan teman-teman artikan sendiri aja ya😄

Dari sepenggal cerita tersebut, apa pelajaran yang bisa diambil??
kalian interpretasikan masing-masing ya..

(Visited 163 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *