Semuanya Berarti

Lihatlah motor itu. Pelajari juga saat awal terciptanya. Adakah sesuatu yang tidak berguna pada wujudnya? Adakah yang tidak memiliki fungsi?

Tentu pabrikan sudah memikirkan itu. Semua disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dipelajari melalui survey, sebelum dan sesudahnya.

Kalau tak ada setang, mudahkah pengemudi mengarahkan tujuan?

Jika tak ada lampu? Bagaimana saat malam ingin jalan-jalan?

Jika tak ada kaca spion? Haruskah kita menengok terus ke belakang?

Jika tak ada lampu sein? Tak takutkah kita saat mau belok ada yang menabrak dari belakang?

Pentil itu berapa sih harganya? Sepersekian dari hara motor itu? – – Sekitar 10.000 berbanding 14juta harga motor. Tapi tanpanya, bisakah motor itu dijalankan?

Begitu juga kita. Saya, kamu, dia, mereka, kami. Tumbuhan, binatang. Benda hidup, benda mati. Bakteri, virus. Jasmani, ruhani. Yang baik, yang buruk. Proton, elektron, neutron.

Semua itu tak ada yang tak penting. Semua posisi pada peruntukannya. Tidak kurang tidak lebih.

Sebab jika ada yang tak sesuai. Maka takkan ada itu semua. Tak kan ada wujud dunia ini.

Saudara mau bukti lebih? Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi:

Ada sebuah ranting kayu lumayan besar tergeletak di jalan. Karena takut membahayakan pengguna jalan, seorang tua yang bijak hendak menyingkirkannya. Saat ia membungkuk, tiba-tiba pinggangnya kumat. Tapi dibuangnya juga ranting itu ke tempat sampah.

Untuk menghilangkan rasa sakitnya, ia pergi ke dokter terdekat. Saat mau sampai rumah dokter, rasa sakitnya tiba-tiba menghilang. Gak jadi ia berobat. Uang yang ia bawa sebagian diberikannya pada pengemis tak jauh dari tempatnya berdiri.

Tahu mendapat rizki si pengemis berterima kasih dengan sangat. Karena rasa lapar yang sudah ditahannya dari tadi. Ia datangi warung nasi di depannya.

Ternyata, yang punya warung sifatnya berangasan, dan jarang menghargai orang. Tahu ada pengemis datang, ia langsung usir tanpa tanya ini atau itu.

Sang pengemis pindah ke tukang bubur ayam. Kini niatnya kesampaian, uang itu sampai juga menjadi makanannya hari itu.

Selesai melayani pengemis itu, Sang Tukang bubur tiba-tiba mendapat telpon dari anaknya di Amerika. Yang sedang belajar di sana berkat kecerdasannya mendapat beasiswa.

……….

Peristiwa lainnya terus terjadi dan bertalian.

……….

Sampai di beberapa tahun kemudian, sang orang tua pemungut ranting bahagia. Karena negaranya – – Indonesia – – sudah menguasai dunia. Gegara Amerika ngambek ke China, China pun gak mau ngalah. Semua potensi kedua negara jadi pasar Indonesia. Dan di ujungnya, karena Tuhan berkehendak, semua negara menjadikan Indonesia jadi pemimpinnya. Karena secara sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan dunia. Indonesia sudah mengalahkan 2 negara itu.

Ini mimpi? Iya, tapi tak menutup kemungkinan bisa terjadi.

Dan cerita di atas hanya sebagai ilustrasi saja. Tentang bagaimana segala sesuatu diciptakan secara berkaitan. Semua memiliki fungsi juga peranan.

Untuk itu, sekecil apa pun peran kita di dunia. Lakukan itu dengan sepenuh kesadaran.

Syukuri. Niscaya nikmat Allah akan lebih banyak muncul ke permukaan.

(Visited 20 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *