Sepertinya Dirimu Hilang, Tapi Keberadaanya Lebih Nyata

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Yang dimaksud judul di atas adalah kiasan. Pada keberadaan seseorang, yang lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya.

Menurut pendapatmu, mana yang lebih dermawan dari dua perandingan ini:

Di suatu daerah, terjadi musibah kebakaran yang menimpa seorang penduduk. Rumahnya habis, rata dengan tanah. Penduduk sekitar menyumbang dengan penuh sukarela.

Ada 2 tetangga yang jadi contoh perbandingan ini.

Antara Si A: yan menyumbang Rp. 50.000,- dan satunya lagi Si B: menyumbang 1.000.000.

Jika dilihat sepintas, tentu semua orang beranggapan bahwa Si B lebih banyak kebaikannya dengan si A. Sebab angka 1juta tentu lebih besar dari 50ribu.

Tapi apakah pendapatmu akan sama, jika ternyata Si A uang di tabungannya hanya 100.000, sedangkan Si B di tabungannya tersimpan 1 Milyar?

Si A, mengeluarkan 50% dari sisa uangnya yang tersimpan untuk membantu sesama. Sedangkan Si B, tak lebih dari 0,1%.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali kita melihat kejadian serupa. Pengaplikasian arti dari sebuah kata: kemanusiaan.

Walau apa pun alasan yang dikemukakan, tetap Si A mendapat nilai jauh lebih baik dari Si B. Bagi mereka yang tahu kondisi real keungan masing-masing mereka.

Orang korupsi, pun bisa jadi contoh lebih nyata. Bagaimana seseorang yang sudah demikian kaya, tak memakai hati dan perasaannya yang dia punya. Ia gunakan pangkat jabatan yang dititipkan padanya, untuk mengeruk uang yang bukan miliknya. Padahal sepintas pun, orang sudah tahu kekayaannya tak kan habis dimakan sampai anak-cucu.

Di sisi lain, seorang berpenghasilan UMR, dengan ikhlasnya mengembalikan uang ratusan juta yang ditemukannya di jalan – – pada pemiliknya. Padahal jika pun ia membawanya ke rumah, tak ada yang tahu keberadaan uang itu. Tapi, hati nuraninya berkata lain, nilai kebenaran telah memenangkan sanubarinya.

Apa hasil dari perilaku kebaikan yang ditunjukkan di atas?

Secara harta, terlihat pelaku kebaikan akan berkurang/hilang penghasilannya. Atau tak jadi mendapat untung mendadak. Tapi secara keberkahan, itu lebih nyata terlihat. Dan akan mereka rasakan dalam ketenangan dan kedamaian perasaan mereka. Kebahagiaan yang tak terukur nilai apa pun.

Dan bukankah rasa itu yang dicari setiap orang di dunia? Rasa bahagia? Bahagia yang sejatinya? Bukan bahagia yang semu, yang seolah terlihat bahagia, dengan update an status di medsos yang demikian massifnya. Memamerkan segala yang dipunya, untuk dipuji dan dipuja followernya.

(Visited 32 times, 1 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *