Kisah Nabi Muhammad SAW dan Orang Beda Agama

Rasulullah SAW memberikan tauladan untuk berbuat baik kepada siapa saja termasuk yang berbeda agama. Alkisah suatu hari ada sebuah perselisihan antara orang muslim dan orang yahudi. Awalnya, orang yahudi menawarkan barang dagangannya pada orang muslim. Lalu si muslim membalas dengan hal yang tidak disukai oleh orang yahudi tersebut.

Orang yahudi itu pun lantas mengucapkan sumpah serapah dan mengagungkan Nabi Musa AS diatas semua manusia di muka bumi ini. Tidak terima orang muslim itu pun mendekati orang yahudi dan menamparnya. Karena bagaimana mungkin orang Yahudi bisa berbicara begitu padahal ada Rasulullah SAW diantara mereka.

Tak terima dengan tindakan orang muslim tersebut, orang yahudi itu pun lantas melapor kepada Rasulullah atas apa yang dialaminya. Bukannya membela orang muslim tersebut, Rasulullah malah tidak setuju dengan sikap pria muslim yang menampar orang yahudi tadi.

Beliau membela orang yahudi tadi dan memarahi orang muslim. Rasulullah lantas bersabda agar tidak membanding-bandingkan dirinya dengan para nabi Allah SWT sebelumnya. Karena para nabi memiliki tugas yang sama yakni menyeru kepada umat manusia untuk bertauhid kepada Allah SWT.

Rasulullah lantas mengumpamakan jika dirinya dan para nabi sebelumnya ibarat membangun sebuah rumah. Masih ada satu bagian yang belum digarap oleh nabi sebelumnya yakni satu tempat ubin di sebuah sudut.

Rasulullah pun mengumpamakan dirinya bak ubin tersebut yang akhirnya menyempurnakan dan penutup para nabi. Rasulullah pun mengajarkan agar selalu mengagungkan semua nabi dan tidak merendahkan atau melebihkan satu dengan lainnya.

Tak cuma pada kisah tersebut, Nabi Muhammad SAW menunjukkan toleransi perbedaan agama dalam kisah lainnya. Dikisahkan suatu hari Nabi sedang duduk dengan para sahabatnya. Tiba-tiba rombongan orang lewat membawa jenazah orang Yahudi. Nabi Muhammad SAW secara spontan berdiri untuk menghormati jenazah orang yahudi.

Sahabat pun bingung dan bertanya dengan sedikit protes kenapa Rasulullah melakukan hal tersebut padahal itu adalah jenazah orang Yahudi. Nabi pun menjawab jika mereka juga manusia sehingga sesama manusia harus saling menghormati meski beragama lain.

Dari lima kisah inspiratif para nabi dan rasul diatas kita bisa meneladani kesabaran,keikhlasan, kepatuhan dan menghargai sesama. Para nabi dan rasul tidak pernah mengajarkan perpecahan sebaliknya, mereka menunjukkan teladan saling menghargai sesama.

Artikel ini sudah terbit sebelumnya di situs informazon.com dengan judul kisah inspiratif teladan

(Visited 28 times, 1 visits today)
Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *