Olahraga Batin

Bagikan tulisan dengan klik ikon di bawah ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Salah judul gak ya?

Entahlah. Kalau merujuk keumuman. Olahraga ya biasanya dikaitkan dengan fisik. Kalau batin itu psikis.

Tapi nyambung atau gak, saya rasa bukan perkara besar di sini. Perkara besar artinya yang bisa berujung penjara. Atau termasuk dosa, yang bisa menyebakan tertelan neraka. Saya menyambungkan, untuk supaya dua-duanya diingat saja. Lahir, batin.

Tak bisa dipungkiri. Olahraga adalah salah satu yang sangat penting dalam hidup. Karena dengan itu badan akan tetap sehat. Walau demikiam, orang kebanyakan menyepelekannya. Tau tapi tak mau. Begitu mungkin gambarannya.

Coba kita bayangkan. Seorang pemuda, pintar, ganteng, kaya, baik hati, pendek kata lengkaplah. Lengkap untuk bisa membuat setiap gadis rela nembak duluan.

Terdorong oleh semangat enterpreneur. Sering ikut acara motivasi. Dan keluarga pun golongan berada. Maka selepas kuliah, mulailah ia memangun usaha. Saking semangatnya, tidur pun hanya ia sisakan 3 jam sehari. Makan teratur. Tapi lupa olahraga.

10 tahun kemudian, usahanya membuahkan hasil. Karyawan sudah banyak. Jika ia tinggalkan pun uang sudah ngalir. Untuk orang biasa, itu sudah cukup. Membuat bahagia.

Tapi ia masih muda, semangat masih bergelora. Tak puas hanya sampai disitu. Maunya itu perusahaan tambah besar. Punya cabang di mana-mana. Kalau perlu skala internasional.

10 tahun kemudian. Tercapailah pula targetnya. Senanglah ia. Tapi dengan kondisi sama. Itu semua dicapainya, dengan menyepelekan olah raga. Akhirnya di usia setengah tua. Penyakit satu-satu menghampiri.

Bisakah rasa senang tetap ada? Saat uang menumpuk di rekening. Keluarga pun bangga dengan keberhasilannya.

Tapi ada sakit terasa di badan. Gak usah yang serem-serem. Perut penuh lemak aja. Pertanda kolestrol bersarang di badan. Akibatnya pembuluh darah menyempit. Jantung bermasalah, stroke pun dikit-dikit menghampiri. Asuransi sih ada, uang pun gak kekurangan. Tapi badan sudah terlanjur keropos.

Lantas, apa yang ia nikmati di usia tua? Setau saya, gak ada yang bisa dinikmati saat badan terasa sakit.

Artinya. Saya nulis panjang-panjang. Cuma mau ngasih pesan. Gak ada yang bisa dinikmati saat badan terasa sakit.

Maka berolahragalah.

Mengenai olahraga batin. Sebenarnya itu pun ada uraiannya. Nanti lah kita bahas lagi. Setelah ada lagi kesempatannya

(Visited 21 times, 3 visits today)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asep Ma'mun Muhaemin

Asep Ma'mun Muhaemin

Saya membuat situs jurnalismewarga.net ini dengan 1 visi 1 misi : Persatuan.

One thought on “Olahraga Batin

  • Pingback: Harus Belajar – Jurnalisme Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *